Polres Pohuwato Terima 43 Laporan Korban Investasi Bodong

Polres Pohuwato telah menerima 43 laporan korban investasi bodong dari masyarakat Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Penulis: Wawan Akuba | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
Kasat Reskrim Polres Pohuwato, AKP Cecep Ibnu Ahmadi 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Polres Pohuwato telah menerima 43 laporan korban investasi bodong dari masyarakat Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Sejak kasus ini mencuat di Pohuwato, Polres telah membuka posko aduan khusus untuk para korban. Kasat Reskrim Polres Pohuwato, AKP Cecep Ibnu Ahmadi mengungkapkan, bahwa sejak dibukanya posko tersebut, kini per 26 Januari 2022, jumlah laporan yang diterima oleh pihaknya mencapai 43 laporan.

Jumlah laporan itu bahkan baru mencakup laporan investasi bodong FX Family, dan belum termasuk investasi bodong dari lembaga seperti Man Trader, Smart Trader dan IBF.

“Semuanya akan kita tindak lanjuti berdasarkan prosedur hukum yang ada. Untuk trader yang lain misalnya Man Trader kita sudah naik sidik,” ungkap Cecep, Kamis (27/1/2022) sore.

Baca juga: Massa Korban Investasi Bodong Ingin Temui Gubernur Gorontalo

Sementara untuk dua lembaga trading seperti Smart Trader dan IBF, kini masih proses penyelidikan. Sejumlah saksi dan admin, kata Cecep, sudah diperiksa. “Karena saksi-saksi yang kita periksa itu cukup banyak. Terdiri dari admin, nasabah, dan pemilik trading itu sendiri,” tegasnya.

Adapun untuk FX Family, penyelidikan dilakukan dengan hanya menerima sejumlah laporan dan melakukan pemeriksaan awal. Pihaknya, kata Cecep, untuk kasus FX Family ini sepenuhnya menunggu instruksi dari Polda Gorontalo. “Karena Polda Gorontalo yang menangani perkara pokok (FX Family),” ungkap Cecep.

FX Family adalah salah satu komunitas trading yang basisnya berada di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato. Owner dari komunitas ini diperkirakan sudah melakukan trading sejak 2019, namun mulai ramai menarik dana dari para warga sejak 2020.

Owner FX Family yang merupakan oknum polisi yang baru saja dipecat itu, diketahui bertugas di Polsek Paguat. Ia melalui sejumlah admin yang diduga sebagian adalah oknum polisi, menarik dana dari masyarakat dengan menjanjikan profit per bulan mencapai 25 persen. Sayangnya, pencairan profit tersebut berhenti dicairkan sejak Oktober 2021 kemarin. Masalah pun mencuat setelah itu.

Hingga kini, owner FX Famili bernama Ariyanto Yusuf atau yang kerap disapa Rinto tersebut, mendekam di penjara bersama istrinya. Tidak hanya itu, sejumlah harta berharganya kini disita oleh Polda Gorontalo. Rinto sendiri dijerat dengan pasal berlapis, yaitu tindak pidana perdagangan, perbankan, penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. (wan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved