Demonstrasi Investasi Bodong

Massa Korban Investasi Bodong Ingin Temui Gubernur Gorontalo

Massa dari korban investasi bodong FX Family melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (13/1/2022).

Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
UNJUK RASA - Massa dari korban investasi bodong mendapatkan penjelasan dari pejabat di Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (13/1/2022) siang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -Massa dari korban investasi bodong FX Family melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (13/1/2022).

Mereka hendak menemui Gubernur Rusli Habibie untuk meminta bantuan mencarikan solusi investasi yang merugikan itu.

Sebelumnya aksi yang sama telah berlangsung di depan Mapolda Gorontalo. Massa aksi mendesak Gubernur Rusli untuk segera menemui mereka.

AKSI DAMAI - Massa dari korban investasi bodong yang kebanyakan ibu-ibu mendatangi Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (13/1/2022) siang.
AKSI DAMAI - Massa dari korban investasi bodong yang kebanyakan ibu-ibu mendatangi Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (13/1/2022) siang. (Tribun Gorontalo)

Pantaun Tribuntorontalo.com, massa mengancam dan menduduki Kantor Gubernur sampai orang nomor satu di Gorontalo itu menemui mereka.

Massa juga minta agar Gubernur Rusli dapat menemui mereka saat ini. “Meskipun Gubernur tidak bisa datang sekarang, kami meminta kepastian kapan Gubernur bisa menemui kami,” kata seorang orator aksi damai itu.

Selanjutnya masa aksi melanjutkan orasinya di gedung DPRD Provinsi. Mereka diterima langsung Ketua DPRD Provinsi Paris Yusup.

Beberapa waktu lalu, sejumlah korban investasi bodong berkeluh kesah kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie belum lama ini. Mereka mengeluh soal belum jelasnya modal investasi akan kembali atau tidak.

Menangapi ini Gubernur Rusli Habibie mengaku tidak bisa membantu, karena ini murni bisnis person to person, yang tidak terkait dengan pemerintahan.

Sebagai Gubernur, ia hanya berharap masyarakat di Gorontalo harus lebih hati-hati berbisnis. Apalagi bisnis yang mengiming imingi keuntungan besar yang tidak masuk akal.

“Bisnis yang keuntungan sampai 30 persen rasanya mustahil ada. Kedua, bisnis yang tidak ada produknya, itu harus hati hati. Saham saja itu harus melalui satu proses transaksi yang jelas. Tapi mereka harus paham betul, tingkat resikonya,” tegas Rusli Habibie yang dimintai tanggapannya oleh sejumlah wartawan terkait keluh kesah korban investasi bodong yang ramai di Gorontalo.

DEMONSTRASI - Aksi unjuk rasa dari korban investasi bodong di depan Mapolda Gorontalo, Kamis (13/1/2022).
DEMONSTRASI - Aksi unjuk rasa dari korban investasi bodong di depan Mapolda Gorontalo, Kamis (13/1/2022). (Tribun Gorontalo/IST)

Rusli berharap, kejadian ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat. “ Kejadian seperti ini, bukan cuma sekali di Gorontalo. Mestinya tidak perlu tergiur. Apalagi teknologi komunikasi sekarang ini bisa mempermudah masyarakat berkonsultasi dengan OJK,’ kata Rusli lagi.

Rusli mengatakan, sebagai gubernur, ia akan mendorong agar masalah ini harus diselesaikan dalam konteks hukum. “ Oknum agen dari investasi ini harus dimintai pertanggungg jawaban. Insya allah kalau ia bertanggung jawab dan mengembalikan uang dari korban investasi.

Jika tidak maka proses hukum harus jalan, biar ada sangksinya,’ kata Rusli Habibie lagi.

Rusli mengatakan, jika masyarakat ragu dengan sesuatu bisnis. Maka sebaiknya mengecek legal standing bisnis tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved