Inggris Ajak Dunia Bersatu Melawan Agresor Rusia-China

Ketegangan Barat dan Timur memuncak belakangan ini. Pemimpin poros Barat, Inggris memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Editor: Lodie Tombeg
Sekretariat Presiden
KUNJUNGAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth Truss di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/11/ 2021). 

"Dugaan saya adalah dia akan bergerak, dia harus melakukan sesuatu," kata Biden saat ditanya soal ancaman invasi Rusia dalam konferensi pers, Rabu (19/1/2022). Namun, ia juga memperingatkan bahwa pemimpin Rusia itu akan membayar "harga yang mahal" jika benar terjadi.

Dilansir BBC, Moskow menyangkal tudingan berencana menyerang Ukraina, namun mengaku telah membangun kekuatan. Diperkirakan ada sekitar 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina.

Pejabat Gedung Putih kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi posisi AS, setelah beberapa wartawan pada konferensi pers menanyai Biden tentang apakah AS akan mengizinkan serangan ke Ukraina menyusul komentarnya.

"Jika ada pasukan militer Rusia bergerak melintasi perbatasan Ukraina, itu adalah invasi baru, dan itu akan disambut dengan tanggapan cepat, keras, dan bersatu dari Amerika Serikat." "Amerika Serikat dan Sekutu kita," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki. (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ancam Rusia dan China, Inggris Ingatkan Barat akan Melawan Kediktatoran hingga Sebut Indonesia

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved