Materi Sekolah

Bahasa Sunda Dapat Dibuktikan dari Prasasti Abad ke-14

Bahasa Sunda masih dan tetap dilestarikan masyarakat Sunda. Bahasa untuk keperluan komunikasi dalam kehidupan mereka.

Editor: Lodie Tombeg
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
UPACARA - Sebanyak 200 warga Kampung Jawi Sukorejo, Jalan Kalialang Lama RT02/RW01, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati Kota Semarang mengadakan upacara bendera dengan mengenakan baju adat dan memakai bahasa jawa dalam pelaksanaan upacara peringatan Hut Republik Indonesia yang Ke-76, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Masyarakat Sunda menjadi contoh bagaimana melestarikan budaya. Bahasa Sunda masih digunakan masyarakat untuk keperluan komunikasi dalam kehidupan mereka.

Berikut sedikit mengenal huruf dalam bahasa Sunda.
1. Bahasa Sunda memiliki tujuh huruf vokal

- Lima huruf vokal murni (a, é, i, o, u)

- Dua huruf vokal netral e (pepet) dan eu

2. Bahasa Sunda memiliki 18 huruf konsonan ( p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y)

Kemudian, konsonan lain yang berasal dari bahasa Indonesia diubah menjadi konsonan utama, yaitu f menjadi p, v jadi p, sy jadi s, sh menjadi s, z jadi j, dan kh menjadi h.

Sejarah Bahasa Sunda dan Perkembangannya

Tidak diketahui kapan bahasa Sunda lahir, namun asal usul bahasa Sunda dapat bukti dari adanya prasasti yang berasal dari abad ke-14.

Prasasti berbahasa Sunda di temukan di Kawali Ciamis dan ditulis pada batu alam dengan menggunakan aksara dan Bahasa Sunda (kuno), dikutip dari PDFSlide.

Diperkirakan prasasti ini ada beberapa buah dan dibuat pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastukancana (1397-1475).

Sebuah teks yang tertulis di prasasti tersebut berbunyi:

"Nihan tapak walar nu siya mulia, tapak inya Prabu Raja Wastu mangadeg di Kuta Kawali, nu mahayuna kadatuan Surawisesa, nu marigi sakuliling dayeuh, nu najur sakala d esa. Ayama nu pandeuri pakena gawe rahayu pakeun heubeul jaya dina buana."

Artinya, inilah peninggalan mulia, sungguh peninggalan Eyang Prabu Adipati Wastukentjana yang bertakhta di Kota Kawali, yang memperindah keraton Surawisesa, yang membuat parit pertahanan sekeliling ibukota, yang menyejahterakan seluruh negeri. Semoga ada yang datang kemudian membiasakan diri berbuat kebajikan agar lama berjaya di dunia.

Adanya prasasti tersebut membuktikan Bahasa Sunda telah digunakan secara lisan oleh masyarakat Sunda jauh sebelum masa itu.

Mungkin Bahasa Kweun Lun, yang disebut dalam sebuah berita di Cina, yang digunakan sebagai bahasa percakapan di wilayah Nusantara sebelum abad ke-10 pada masyarakat Jawa Barat kiranya adalah Bahasa Sunda (kuno), meski tidak diketahui wujudnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved