Rabu, 4 Maret 2026

Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga, Cerita Mimpi yang Harus Dikubur

Kawan Puan perlu tahu! Film karya sutradara perempuan kebanggaan Indonesia, Gina S Noer.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga, Cerita Mimpi yang Harus Dikubur
Tribun Lampung
Putri Marino 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kawan Puan perlu tahu! Film karya sutradara perempuan kebanggaan Indonesia, Gina S Noer, sekarang ini sedang tayang di bioskop lho.

Ya, film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga. Film ini dibintangi oleh Putri Marino dan Angga Yunanda. Selain Putri dan Angga, ada juga Ira Wibowo dan Slamet Rahardjo Djarot.

Ira berperan sebagai ibu Putri Marino, sedangkan Slamet sebagai ayah Angga Yunanda dalam film.

Mereka berempat adalah aktris dan aktor yang sudah terkenal di Indonesia berkat kemampuan aktingnya yang mumpuni.

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga adalah film yang mengisahkan tentang keluarga dan impian seorang anak.

Impian seorang anak dalam film ini harus terbentur dengan kenyataan bahwa orang tua mereka membutuhkan seseorang untuk merawat dan mendampingi.

Impian seorang anak di sini pun harus ada yang dikubur sebab mereka harus mendahulukan dan mewujudkan impian orang tuanya.

Baca juga: Penyidik Dalami Keterlibatan Artis Sinetron Berinisial BJ Terkait Kasus Narkoba

Cerita tentang mimpi yang harus dikubur dan dilupakan ini rasanya sangat erat dengan kehidupan nyata kita ya, Kawan Puan?

Pastinya pernah kita melupakan mimpi kita demi orang tua atau orang lain yang kita sayang.

Hal itulah yang juga ditunjukkan oleh Asia (Putri Marino) lewat film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga.

Asia adalah anak perempuan tunggal dalam keluarganya yang harus mengubur mimpi menjadi seorang dancer internasional demi membahagiakan sang ibu.

Linda (Ira Wibowo) adalah ibu Asia yang telah lama menjadi orang tua tunggal bagi putrinya.

Linda pun merupakan survivor kanker payudara. Sebelah payudaranya harus diangkat agar ia bisa selamat dari kanker itu.

Dengan kondisi ibunya, Asia pun harus merelakan banyak mimpinya demi kebahagiaan orang yang ia cintai.

Asia memilih untuk tetap tinggal bersama dengan ibunya, bekerja hanya sebagai seorang pelatih kelas dance online, dan melupakan mimpinya jadi dancer maupun mengikuti berbagai perlombaan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved