Sabtu, 7 Maret 2026

Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga, Cerita Mimpi yang Harus Dikubur

Kawan Puan perlu tahu! Film karya sutradara perempuan kebanggaan Indonesia, Gina S Noer.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga, Cerita Mimpi yang Harus Dikubur
Tribun Lampung
Putri Marino 

Ia rela melepas semua keinginan dan cita-citanya untuk bisa jadi dancer profesional dan dikenal secara internasional, demi memenuhi kebutuhan ibunya.

Alhasil, Asia pun merasakan apa yang namanya tidak memiliki kontrol terhadap mimpi dan kehidupannya.

Sebab ia meletakkan kontrol itu pada impian dan kebutuhan sang ibunda tercinta.

Berdasar hasil riset PARAPUAN, karakter seperti Asia ini termasuk tipe perempuan pengabdi dalam kendali mimpi.

Perempuan tipe pengabdi menurut hasil riset PARAPUAN adalah ia yang mengutamakan orang lain dan mengedepankan perasaan. Orientasi mimpi perempuan tipe pengabdi adalah sosial atau pada orang lain.

Perempuan tipe ini pun melepas kontrol yang ada di tangannya untuk dialihkan kepada orang lain yang menjadi manifestasi impiannya.

Tipe pengabdi ini persis seperti Asia yang menjadikan ibunya sebagai perwujudan impiannya.

Asia pun melepas kontrol dalam kehidupannya karena ia fokus pada impian orang lain.

Perempuan tipe pengabdi menganggap bahwa kebahagiaan orang lain yang timbul lantaran dirinya merupakan bentuk pencapaian dan kesenangan diri. Hal itulah yang juga dilakukan Asia di film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga.

Ia merasa senang ketika ibunya bisa sembuh dari kanker meski itu berarti dirinya putus kuliah sebab tidak ada biaya.

Ia pun bahagia ketika bisa memenuhi kebutuhan hidup ibunya dan menemaninya mengajar kelas dance.

Asia bahkan memaksa untuk ikhlas ketika dirinya harus melepas Raja (Angga Yunanda), laki-laki yang ia cintai, demi kebahagiaan ibunya yang menikah lagi dengan ayah Raja.

Lag-lagi, Asia menunjukkan dirinya sebagai perempuan tipe pengabdi dengan mengedepankan perasaan yang melibatkan perasaan orang lain dalam setiap pengambilan keputusannya.

Asia hanya berpikir bahwa jika itu akan membuat ibunya senang dan bahagia, maka ia akan melakukan hal tersebut.

Tipe pengabdi berkeyakinan bahwa menyenangkan orang lain, baik itu orang tua, pasangan, anak, maupun lingkungan, merupakan kebahagiaan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved