Putri Gus Dus dan Gubernur Jatim Jadi Pengurus PBNU
Perempuan mulai berperan dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sejumlah tokoh perempuan Muslim pun masuk dalam kepengurusan.
Dikutip dari situs resmi IAIN Walisongo, ia pernah menjadi Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pati selama dua periode (1976-1987).
Selain aktif di NU, Nafisah juga pernah menjadi anggota DPR pada masa orde baru.
Setelahnya, ia menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2004-2009.
Setelah jabatannya menjadi DPD RI selesai, ia memilih kembali mendampingi sang suami mengurus pondok pesantren dan masyarakat.
6) Sinta Nuriyah A Wahid
Dilansir TribunnewsWiki, Sinta Nuriyah A Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur pada 8 Maret 1948.
Baca juga: Ketum PBNU Perlu Kuatkan Institusi hingga Pembenahan SDM
Ia adalah istri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias GusDur.
Selama ini, Sinta dikenal sebagai aktivis pendukung Islam moderat.
Ia juga aktif memperjuangkan hak-hak perempuan, utamanya di komunitas masyarakat Islam.
Dilatarbelakangi keinginannya itu, Sinta pun membangun sebuah yayasan bernama Puan Amal Hayati.
Nama Puan berasal merupakan kepanjangan dari Pesantren untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
7) Machfudhoh Aly Ubaid
Dikutip dari muslimatnu.or.id, Machfudhoh Aly Ubaid lahir di Jombang, Jawa Timur pada 12 Maret 1944.
Ia adalah putri pertama dari KH Wahab Chasbullah, satu diantara pelopor berdirinya NU.
Kariernya di dunia politk berawal saat Machfudhoh kerap diajak Ketua Umum PP Muslimat NU, Asma Sahroni, diskusi mengenai permasalahan yang terjadi di masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130122-Alissa-Wahid-3.jpg)