Putri Gus Dus dan Gubernur Jatim Jadi Pengurus PBNU
Perempuan mulai berperan dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sejumlah tokoh perempuan Muslim pun masuk dalam kepengurusan.
TRIBUNGORONTALO.COM - Perempuan mulai berperan dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sejumlah tokoh perempuan Muslim pun masuk dalam kepengurusan baru Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Ada putri sulung Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yaitu Sinta Nuriyah dan Alissa Wahid. Kemudian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga tercatat dalam kepengurusan masa khidmat 2022-2027. Seluruhnya ada 11 perempuan yang masuk jajaran kepengurusan PBNU.
Gus Yahya mengumumkan susunan lengkap PBNU masa khidmat 2022-2027 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat pada Rabu (12/1/2022).
Pertama kali dalam sejarah, sepanjang 96 tahun kalender Masehi atau 99 tahun kalender Hijriyah sejak NU berdiri, perempuan masuk dalam jajaran kepengurusan, dilansir Tribunnews.
Berikut profil singkat 11 perempuan yang masuk jajaran kepengurusan PBNU:
1) Alissa Wahid
Mengutip situs alumni UGM, Alissa Wahid dikenal sebagai psikolog yang berfokus pada keluarga, anak, dan wanita.
Tak hanya di bidang sosial, Alissa juga aktif di beberapa organisasi kebhinekaan.
Ia pernah menjadi Koordinator Nasional Gerakan Gus Dur Indonesia (Gusdurian) pada 2010 dan Sekretaris Umum Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama atau disingkat LKKNU di tahun 2015.
Di organisasi Gusdurian, Alissa saat ini menjabat sebagai Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI) yang merangkul ribuan aktivis di seluruh Indonesia untuk mempromosikan dialog dan pemahaman antaragama, kemasyarakatan yang aktif, demokrasi dan hak asasi manusia.
Alissa sekarang ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk.
Mengutip situs resmi Unilever, ia diangkat menjadi Komisaris Independen lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 27 Mei 2021.
2) Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 lahir di Surabaya pada 19 Mei 1965.
Mengutip TribunnewsWiki, ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Kabinet Kerja era Jokowi selama empat tahun, yaitu 2014-2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130122-Alissa-Wahid-3.jpg)