Putri Gus Dus dan Gubernur Jatim Jadi Pengurus PBNU
Perempuan mulai berperan dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sejumlah tokoh perempuan Muslim pun masuk dalam kepengurusan.
Sejak 90-an, Khofifah telah menduduki kursi sebagai wakil rakyat di parlemen.
Ia pernah menjadi pimpinan Fraksi PPP DPR RI (1992-1997), pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997), anggota Komisi II DPR RI (1997-1998), Wakil Ketua DPR RI (1999), Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006), dan anggota Komisi VII DPR RI (2006).
Khofifah diketahui juga terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur.
3) Masriyah Amva
Dikutip dari Kompas.com, Masriyah Amva sudah 14 tahun memimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Ia menggantikan kepemimpinan sang suami, KH Muhammad, yang meninggal pada 2006 silam.
Pondok pesantrennya tersebut pernah menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).
Selama ini, Masriya dikenal produktif menuliskan pengalaman dan gagasan-gagasannya dalam bentuk buku yang mengajak perempuan agar hidup mandiri, tak menyandarkan nasib pada suami, berpikiran maju, terbuka, dan toleran terhadap keberagaman serta perbedaan, mengutip IAIN Kudus.
Pada 2014 lalu, Masriyah menerima anugerah Penghargaan S.K. Trimurti 2014 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
4) Ai Rahmayanti
Ai Rahmayanti sudah bergabung menjadi penulis rubrik Kolom di Kompas.com sejak 13 Mei 2020.
Ia merupakan alumni Pascasarjana Ilmu Dakwah UIN Bandung.
Saat ini, Ai menjabat sebagai Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) dan Ketua Departement Gender dan Budaya.
5) Nafisah Sahal Mahfudz
Nafisah Sahal Mahfudz merupakan istri dari almarhum KH Sahal Mahfudz yang meninggal pada 2014 silam. Mengutip ansorjepara.or.id, KH Sahal adalah tokoh penting Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan NU.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130122-Alissa-Wahid-3.jpg)