Puluhan Ribu Warga Korban Investasi Bodong, Ketua Komisi I Minta Pemprov Gorontalo Turun Tangan
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo AW Thalib meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AW-Thalib.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo AW Thalib meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten segera mencarikan solusi investasi bodong bernama Forex Family yang mengorbankan masyarakat.
Thalib mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, melainkan segi ekonomi.
Terdapat 90 persen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang harus gulung tikar. Bencana kedua soal investasi ilegal (bodong) yang mengorbankan puluhan ribu masyarakat Gorontalo. Mereka menelan kerugian diduga mencapai triliun rupiah.
“Rakyat Gorontalo hari ini tidak hanya diterpa oleh musibah Covid-19, namun juga diterpa masalah yang cukup besar dan serius dengan hadirnya investasi ilegal, tentunya hal ini menambah penderitaan rakyat.” ujarnya kepada Tribungorontalo.com, Rabu (5/1/2022).
Ketua Komisi I itu mengatakan, akan meminta pemerintah segera melakukan langkah koordinatif dengan pemerintah kabupaten lain di Provinsi Gorontalo. Bahkan bersama forum komunikasi pimpinan daerah guna memikirkan langkah yang prefentif sehingga melahirkan solusi yang kongkrit bagi korban yang mengalami kerugian.
Mantan Anggota DPR RI itu juga menegaskan, jangan biarkan mereka para rakyat menderita atas kasus ini, karena aset mereka sudah tidak ada lagi. Lanjut dia, adahal aset ini merupakan sumber kehidupan bagi mereka. Jika tidak ada lagi sumber kehidupan bagi mereka tentu akan memunculkan masalah baru, yang tadinya hanyalah masalah ekonomi namun akan berganti menjadi masalah stabilitas atau memunculkan masalah keamanan dan ketertiban umum.
“Dampaknya akan lebih melebar lagi hingga kepada persoalan sosial semisalkan bertambahnya angka putus sekolah,” tegasnya.
Baca juga: Ombudsman Gorontalo Terima 100 Aduan Masyarakat Sepanjang 2021
Mengeluh ke Gubernur
Sejumlah korban investasi bodong berkeluh kesah kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie belum lama ini. Mereka mengeluh soal belum jelasnya modal investasi akan kembali atau tidak.
Menangapi ini Gubernur Rusli Habibie mengaku tidak bisa membantu, karena ini murni bisnis person to person, yang tidak terkait dengan pemerintahan.
Sebagai Gubernur, ia hanya berharap masyarakat di Gorontalo harus lebih hati-hati berbisnis. Apalagi bisnis yang mengiming imingi keuntungan besar yang tidak masuk akal.
“Bisnis yang keuntungan sampai 30 persen rasanya mustahil ada. Kedua, bisnis yang tidak ada produknya, itu harus hati hati. Saham saja itu harus melalui satu proses transaksi yang jelas. Tapi mereka harus paham betul, tingkat resikonya,” tegas Rusli Habibie yang dimintai tanggapannya oleh sejumlah wartawan terkait keluh kesah korban investasi bodong yang ramai di Gorontalo.
Rusli berharap, kejadian ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat. “ Kejadian seperti ini, bukan cuma sekali di Gorontalo. Mestinya tidak perlu tergiur. Apalagi teknologi komunikasi sekarang ini bisa mempermudah masyarakat berkonsultasi dengan OJK,’ kata Rusli lagi.
Rusli mengatakan, sebagai gubernur, ia akan mendorong agar masalah ini harus diselesaikan dalam konteks hukum. “ Oknum agen dari investasi ini harus dimintai pertanggungg jawaban. Insya allah kalau ia bertanggung jawab dan mengembalikan uang dari korban investasi.
Jika tidak maka proses hukum harus jalan, biar ada sangksinya,’ kata Rusli Habibie lagi.
Rusli mengatakan, jika masyarakat ragu dengan sesuatu bisnis. Maka sebaiknya mengecek legal standing bisnis tersebut.