Senin, 23 Maret 2026

Puluhan Ribu Warga Korban Investasi Bodong, Ketua Komisi I Minta Pemprov Gorontalo Turun Tangan

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo AW Thalib meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Puluhan Ribu Warga Korban Investasi Bodong, Ketua Komisi I Minta Pemprov Gorontalo Turun Tangan
Tribun Gorontalo
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo AW Thalib 

Contoh kecil, apakah bisnis atau perusahaan tersebut terdaftar di daerah ? bisa menghubungi pemerintah daerah setempat atau dinas terkait, misalnya kesbangpol, satgaswaspada investasi, kominfo yang dimintai informasi, OJK dan lembaga lain yang terkait. Jika merasa meragukan maka sebaiknya jangan.

“Rusli berharap, kalangan muda untuk belajar berbisnis dari kecil. Dengan mengangkat sumber daya alam di Gorontalo. Kembangkan UMKM dengan kreatifitas baru, managemen yang kuat, dengan mencari pasar seluas luasnya. Menjadi pengusaha itu tidak ada yagn instan, semuanya melalui proses yang panjang,’ imbau Rusli Habibie.

OJK benarkan
Sementara itu salah satu Achmad Husain dari OJK membenarkan maraknya investasi bodong yang berkedok perdangangan forex. Diakuinya untuk wilayah Gorontalo mereka telah melakukan sosialisasi, lewat media cetak, eletrokonik dan online terkait bahanya investasi bodong.

Karena memang masyarakat yang dimasa pendemi Covid 19 ini jelas kesulitan ekonomi dan mencari jalan pintas untuk berinvestasi bisnis yang mengiming iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Bahkan OJK sudah melakukan sosialisasi secara langsung di pohuwato untuk mengingatkan masyarakat agar jangan ikut dengan entitas bisnis yang melakukan kegiatan investasi bodong.

FX Family yang dijalankan oleh oknum polisi bernama Ariyanto sdh dihentikan melalui siaran pers Satgas waspada investasi no. sp 05/XI/SWI/2021 tanggal 3 November 2021.

Diakui oleh Achmad Husain. Oknum yang menjalankan bisnis ini biasanya awalnya akan mengincar public figure di satu daerah. Tokoh masyarakat, pejabat, sehingga masyarakat mudah percaya.

“Sebelum berinvetasi ketahui dulu kebenaran bisnis tertentu. Hubungi kami, dan kami siap memberikan masukan," ujarnya. (ris/lat)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved