Rachmat Gobel Minta Industri Mamin Bantu Petani hingga UMKM

Sektor industri makanan dan minuman (mamin) menjadi penopang ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Tribunnews
Wakil Ketua DPR RI Korinbang Rachmat Gobel 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sektor industri makanan dan minuman (mamin) menjadi penopang ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Mamin pun mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPR RI Korinbang Rachmat Gobel.

Dia minta agar pelaku industri mamin meningkatkan kontribusinya dalam memperkuat nilai tambah para petani, peternak dan pelaku UMKM.

Dalam keterangannya, dia bilang, kerja sama yang lebih kuat dengan petani, peternak dan UMKM harus dibangun agar keberadaan industri ini lebih dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat, sekaligus untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Pelaku industri makanan dan minuman juga perlu memikirkan bagaimana mengangkat kesejahteraan petani, peternak dan usaha mikro yang kehidupannya masih banyak yang tertinggal," kata Rachmat Gobel saat menghadiri uji coba operasional pabrik PT. Chateraise Indonesia Manufacturing, di Citeureup, Bogor, Senin (27/12).

"Sebagai industri yang berdaya saing kuat, industri makanan dan minuman berpotensi besar untuk menjembatani kebutuhan untuk memperkuat nilai tambah petani dan peternak,” lanjut dia.

Industri makanan dan minuman, menurut Rachmat, merupakan salah satu industri unggulan yang pertumbuhannya selalu di atas rata-rata pertumbuhan industri manufaktur. Menurut data Kementerian Perindustrian, selama periode 2015-2019 industri ini mampu tumbuh rata-rata 8,16 persen per tahun atau di atas rata-rata kinerja industri pengolahan nonmigas 4,69 persen.

Sama seperti industri lain, selama pandemi kinerjanya ikut melemah sehingga hanya bisa tumbuh 1,58 persen pada 2020 dan tahun ini diperkirakan angkanya tidak berbeda.

Namun untuk tahun 2022, menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), prospeknya akan jauh lebih baik, diperkirakan bisa tumbuh sampai 5 persen.

Tanda-tanda itu sudah mulai antara lain pada meningkatnya ekspor industri ini yang menurut Kementerian Perindustrian mencapai 52 persen sepanjang Januari-September 2021 dengan nilai 32,51 dolar miliar sehingga neraca perdagangannya surplus 22,38 miliar dolar.

Chateraise adalah perusahaan Jepang yang memproduksi makanan-minuman premium. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1954 ini dikenal memiliki kekuatan di bidang riset dan inovasi teknologi, serta memiliki komitmen tinggi untuk pemakaian bahan-bahan makanan dengan menggunakan konsep Farm Factory. Melalui konsep ini, Chateraise membangun kolaborasi dengan petani dan peternak untuk mencapai standar kualitas produksi yang tinggi.

Dalam proses produksinya, Chateraise selalu menggunakan bahan-bahan segar dan bermutu tinggi dari hasil kolaborasi tersebut. Saat ini, Chateraise memiliki lebih dari 580 outlet di seluruh penjuru Jepang dan sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan usaha di luar Jepang, yaitu China, Taiwan, Vietnam, Singapore, Malaysia, UAE, Hongkong, Thailand dan Indonesia. Saat ini tercatat lebih dari 90 outlet di seluruh dunia.

Chateraise melebarkan sayapnya ke Indonesia sejak 2017 dengan menggandeng Gobel Group dengan kerjasama joint venture melalui PT Chateraise Gobel Indonesia. Toko pertama beroperasi 24 November 2017 di di Senayan City Shopping Mall, Jakarta Selatan. Saat itu outlet ini merupakan toko ke-50 yang dibuka Chateraise di luar Jepang. Sekarang outlet di Jakarta telah berjumlah 9 toko dan akan terus dikembangkan, termasuk ke beberapa kota lainnya di Indonesia.

Sementara itu, Gobel Group bukanlah pemain baru di industri makanan dan minuman. Melalui PT Gobel Dharma Sarana Karya yang didirikan pada 1977, kelompok usaha ini dikenal sebagai salah satu penyuplai makanan terbesar untuk pabrik, rumah sakit, perusahaan pengeboran minyak, dan usaha lainnya.

Dengan memegang prinsip trade mutual benefit, dalam kerja sama ini PT Chateraise Gobel Indonesia pada awalnya semua produk langsung didatangkan dari Jepang. Selanjutnya, sebagai produsen, Chateraise diminta memberdayakan bahan baku makanan dari Indonesia seperti coklat/ kakao, kopi, biji vanila, alpukat, nanas, mangga dan lainnya, yang tentunya akan disertai dukungan riset dan inovasi serta pembinaan kepada para petani agar diperoleh kualitas dengan standar tinggi.

Baca juga: KUR Tembus Rp 963,18 Miliar, BNI Gorontalo Dorong Kredit UMKM

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved