KUR Tembus Rp 963,18 Miliar, BNI Gorontalo Dorong Kredit UMKM

Ekonomi Provinsi Gorontalo masih tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Tak terkecuali sektor jasa keuangan.

Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com
Pimpinan Cabang BNI Gorontalo Adi Ismail saat ditemui TribunGorontalo.com di kantornya, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Ekonomi Provinsi Gorontalo masih tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Tak terkecuali sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan (IJK) terus mendukung dan memperluas akses keuangan bagi petani melalui pembentukan ekosistem pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kluster sektor pertanian dan peternakan.

Pimpinan Cabang BNI Gorontalo Adi Ismail mengatakan, pembiayaan kredit tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2020. “Kredit tetap tumbuh. Paling banyak kredit konsumtif dibandingkan kredit produktif,” ujar Adi saat ditemui TribunGorontalo.com di kantornya, Kamis (9/12/2021).

Kata dia, BNI terus mendorong tumbuhnya kredit sektor produktif seperti permodalan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dikutip dari kontan.co.id, khusus di Gorontalo, skema KUR kluster diterapkan untuk pengembangan sektor pertanian padi dan jagung (bohusami ba kobong) serta peternakan sapi (bohusami ba ternak). Pelaksanaan skema ini juga didukung partisipasi pembiayaan dari beberapa bank dan juga akan bekerjasama dengan beberapa koperasi yang dimiliki petani.

Hingga September 2021, OJK mencatat realisasi KUR di Provinsi Gorontalo sebesar Rp 963,18 miliar. Khusus untuk sektor pertanian tercatat sebesar Rp 261,92 miliar yang diterima oleh 10.498 debitur.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rachmat Gobel mengapresiasi langkah OJK untuk menginisiasi pelaksanaan skema KUR kluster di berbagai daerah di Indonesia. KUR kluster dapat mendorong pertanian dan meningkatkan produktivitas di masyarakat, sehingga Gorontalo bisa menjadi provinsi yang kuat, petani mandiri yang hebat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain pemberian kredit kepada petani, Rachmat Gobel juga meminta agar petani mendapatkan pendampingan dalam usahanya. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari hasil pertanian sehingga layak untuk diekspor.

“Petani hendaknya tidak hanya diberikan kredit untuk pengembangan usahanya tetapi juga mendapat pendampingan agar ada peningkatan kualitas dari hasil pertanian sehingga layak untuk diekspor ke negara lain,” kata Rachmat Gobel.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK telah menginisiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kluster dengan skema value chain management di berbagai daerah di Indonesia. Skema KUR kluster ini dikembangkan untuk mendukung pendanaan kepada seluruh ekosistem secara lengkap dari hulu ke hilir.

“KUR klaster diharapkan dapat membantu pertumbuhan sektor pertanian dengan memiliki produktivitas yang tinggi dan mempunyai nilai tambah bagi masyarakat serta dapat menyerap tenaga kerja di daerah serta menjadi salah satu komoditas ekspor,” kata Wimboh dalam siaran pers, belum lama ini.

Pada kesempatan yang sama, Wimboh juga menyerahkan bantuan alat produksi berupa 4 (empat) unit alat pengering jagung dan padi, serta 14 (empat belas) unit mesin ketinting kepada koperasi petani dan nelayan. OJK menargetkan ekosistem pembiayaan KUR kluster sektor pertanian akan terus diredan dikembangkan di daerah lain di seluruh Indonesia. (lat)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved