Longsor Cisarua
Nama-nama 7 Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Bandung Barat, Satu Putra Terbaik Gorontalo
Sebanyak tujuh prajurit terbaik bangsa yang sedang menjalankan tugas di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah dikonfirmasi gugur
Ringkasan Berita:
- Tujuh prajurit Marinir TNI AL telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi, termasuk Serda Marinir Rein Pasaike asal Gorontalo
- Tim SAR gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja keras di medan berat, menggunakan anjing pelacak, ekskavator, dan drone untuk mencari korban lain yang masih tertimbun
- Operasi pencarian diperpanjang tujuh hari ke depan, dengan status tanggap darurat 14 hari, karena masih ada 16 prajurit dan sejumlah warga sipil yang dilaporkan hilang
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebanyak tujuh prajurit terbaik bangsa yang sedang menjalankan tugas di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah dikonfirmasi gugur akibat bencana tanah longsor dahsyat yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu (24/1/2026) lalu.
Penemuan jasad para ksatria samudra ini menjadi titik terang sekaligus menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dari tujuh nama yang berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), salah satu di antaranya merupakan putra daerah kebanggaan Provinsi Gorontalo yang selama ini dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi di satuannya.
Hingga Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja ekstra keras di bawah timbunan material longsor yang sangat berat.
Upaya evakuasi dilakukan dengan penuh ketelitian untuk menjaga kehormatan para jenazah prajurit yang ditemukan di beberapa titik lokasi pencarian.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, menyampaikan bahwa keberhasilan evakuasi ketujuh prajurit ini adalah hasil kerja sama sinergis antarinstansi.
Menurutnya, proses identifikasi dilakukan secara cepat namun tetap mengedepankan akurasi agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
"Kami sampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik Korps Marinir. Hingga hari ini, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi tujuh jenazah, namun perjuangan belum berakhir karena masih ada rekan-rekan mereka yang dalam proses pencarian," ujar Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi pada Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Sosok Serda Mar Rein Pasau, Prajurit Marinir Asal Gorontalo Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
Berita gugurnya prajurit asal Gorontalo ini langsung memicu gelombang simpati di tanah kelahirannya. Nama Serda Marinir Rein Pasaike kini menjadi perbincangan hangat sekaligus menjadi simbol patriotisme bagi warga Gorontalo yang merasa kehilangan sosok pemuda tangguh yang rela berkorban demi ibu pertiwi.
Rein Pasaike bersama rekannya, Koptu Marinir Edi Haryono, merupakan dua nama terakhir yang berhasil diidentifikasi dari kloter evakuasi tersebut.
Kehadiran identitas Rein dalam daftar korban gugur membuat masyarakat di Bumi Serambi Madinah tersebut terhenyak, mengingat ia merupakan salah satu representasi pemuda Gorontalo di kancah militer nasional.
Pemerintah Provinsi Gorontalo dan jajaran Lanal Gorontalo dikabarkan tengah mempersiapkan prosesi penyambutan jenazah jika nantinya keluarga memutuskan untuk memakamkan almarhum di kampung halaman. Kabar ini menjadi pengingat bagi publik akan risiko tinggi yang dihadapi setiap prajurit TNI dalam menjalankan tugas di medan bencana sekalipun.
Kadispenal merinci bahwa identitas kelima prajurit lainnya telah lebih dulu diketahui pada pertengahan pekan lalu. Meskipun identitas sudah dirilis, suasana di markas besar Korps Marinir tetap diliputi mendung kesedihan saat bendera setengah tiang dikibarkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mereka yang gugur di medan tugas.
"Adapun 7 prajurit yang telah berhasil dievakuasi yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Kori, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio, Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono," tegas Tunggul secara resmi.