Longsor Cisarua
Nama-nama 7 Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Bandung Barat, Satu Putra Terbaik Gorontalo
Sebanyak tujuh prajurit terbaik bangsa yang sedang menjalankan tugas di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah dikonfirmasi gugur
Berikut adalah daftar nama prajurit Korps Marinir yang telah ditemukan:
- Serda Marinir Sidiq Hariyanto
- Praka Marinir Muhammad Kori
- Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
- Praka Marinir Ari Kurniawan
- Pratu Marinir Febry Bramantio
- Serda Marinir Rein Pasaike
- Koptu Marinir Edi Haryono
Perjuangan Tim SAR di Medan Berat
Pencarian korban di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua bukanlah perkara mudah. Material longsor yang terdiri dari tanah liat basah, bebatuan besar, hingga reruntuhan bangunan menjadi tantangan utama bagi 3.675 personel yang diterjunkan ke lokasi.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara resmi telah memperpanjang masa operasi SAR. Keputusan ini diambil mengingat masih adanya 16 prajurit TNI AL lainnya dan beberapa warga sipil yang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun di bawah lapisan tanah yang tebal.
"Operasi ini kami perpanjang tujuh hari ke depan, menyesuaikan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat," jelas Syafii. Fokus utama saat ini adalah menyisir sektor-sektor yang dianggap menjadi lokasi titik kumpul terakhir para prajurit sebelum longsor menerjang.
Penggunaan Teknologi dan Anjing Pelacak
Untuk mempercepat pencarian, tim SAR tidak hanya mengandalkan tenaga manusia. Sebanyak 22 ekor anjing pelacak K9 dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban melalui aroma tubuh di bawah timbunan tanah setinggi beberapa meter.
Selain itu, alat berat berupa 17 unit ekskavator dioperasikan dengan sangat hati-hati. Alat berat ini berfungsi membuka akses jalan dan memindahkan batu-batu besar yang tidak mungkin diangkat secara manual oleh personel di lapangan.
Pemanfaatan teknologi udara juga menjadi kunci dalam memetakan pergerakan tanah. Sebanyak 22 unit drone diterjunkan untuk memantau area dari ketinggian, memastikan keselamatan tim evakuasi dari ancaman longsor susulan yang masih mungkin terjadi jika hujan kembali turun.
Sektor Pencarian yang Terbagi
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa area longsor dibagi menjadi beberapa sektor pencarian. Penemuan jenazah terjadi di titik-titik yang berbeda, menunjukkan betapa kuatnya daya dorong material longsor saat kejadian berlangsung.
"Kami menemukan korban di Worksite A dan Worksite B. Jarak antar penemuan menunjukkan bahwa sebaran material longsor ini cukup luas," kata Ade. Hingga Sabtu siang, total kantong jenazah yang telah dievakuasi mencapai angka 63, yang mencakup korban militer dan sipil.
Tim DVI Polri bekerja tanpa henti di posko kesehatan untuk melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem. Hal ini sangat penting karena kondisi jenazah yang terkena tekanan material berat memerlukan ketelitian medis untuk memastikan identitas yang benar sebelum diserahkan ke keluarga.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sendiri telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Hal ini memungkinkan alokasi dana darurat dan pengerahan sumber daya yang lebih besar untuk menangani dampak bencana hidrologi ini.
Marsekal Madya Syafii berharap seluruh korban dapat ditemukan sebelum masa tanggap darurat berakhir pada 6 Februari 2026.
"Mohon doanya dari seluruh masyarakat agar cuaca mendukung dan kami bisa membawa pulang semua korban ke pangkuan keluarga," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Identitas 7 Prajurit Marinir Korban Longsor di Cisarua yang Berhasil Dievakuasi, 16 Masih Dicari