Piala Asia Futsal 2026
Indonesia Poin Tertinggi, Ini Klasemen Grup A Piala Asia Futsal 2026
Timnas Futsal Indonesia resmi menahbiskan diri sebagai penguasa klasemen akhir Grup A Piala Asia Futsal 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Selebrasi-gol-pemain-Timnas-Futsal-Indonesia-saat-kontra-Korea-Selatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Indonesia resmi memuncaki klasemen akhir Grup A dengan mengantongi 7 poin hasil dari dua kemenangan (lawan Korea Selatan dan Kirgistan) serta satu hasil imbang melawan Irak
- Dominasi Tak Terkalahkan: Skuat asuhan Hector Souto tampil perkasa sebagai tuan rumah di Indonesia Arena dengan catatan tidak terkalahkan sepanjang fase grup
- Sebagai juara Grup A, Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam (runner-up Grup B). Pertandingan ini menjadi misi balas dendam bagi Samuel Eko dkk
TRIBUNGORONTALO.COM – Timnas Futsal Indonesia resmi menahbiskan diri sebagai penguasa klasemen akhir Grup A Piala Asia Futsal 2026.
Kepastian ini didapat setelah skuat Garuda bermain imbang dramatis melawan Irak di laga pamungkas, yang menempatkan Indonesia di posisi teratas dengan raihan poin tertinggi dibandingkan tiga pesaing lainnya di grup tersebut.
Keberhasilan memuncaki klasemen ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi anak asuh Hector Souto. Tampil di hadapan pendukung sendiri di Indonesia Arena, Sabtu (31/1/2026), Mochammad Iqbal dan kawan-kawan menunjukkan mentalitas baja untuk mempertahankan posisi puncak dari kejaran Irak yang tampil agresif.
Hasil imbang 1-1 melawan Irak sudah cukup bagi Indonesia untuk mengoleksi total tujuh poin dari tiga pertandingan. Jumlah poin ini tidak mampu dikejar oleh Kirgistan maupun Korea Selatan, sementara Irak yang mengoleksi poin sama harus puas berada di posisi kedua karena kalah dalam agresivitas selisih gol.
Dominasi Indonesia di Grup A sebenarnya sudah terlihat sejak laga perdana. Kemenangan telak atas Korea Selatan menjadi sinyal awal bahwa tuan rumah tidak hanya ingin sekadar numpang lewat, melainkan membidik prestasi tertinggi di level benua kuning.
Tren positif tersebut berlanjut pada laga kedua saat Indonesia berhasil meredam perlawanan sengit Kirgistan. Dalam laga yang menghujani gawang lawan dengan gol tersebut, Indonesia menunjukkan variasi serangan yang mematikan, sekaligus mengamankan modal penting menuju babak gugur.
Pada laga penentuan melawan Irak, Samuel Eko sempat membuka harapan kemenangan lewat gol cepatnya di menit ke-6.
Memanfaatkan situasi kick-in, Samuel melepaskan tembakan akurat yang menggetarkan jala gawang Irak, sekaligus membuat Indonesia Arena bergemuruh.
Namun, Irak yang membutuhkan hasil maksimal untuk menggeser Indonesia, memberikan perlawanan luar biasa di babak kedua.
Strategi power play yang diterapkan tim Timur Tengah tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui kaki Haedr Majid Al Ogaili di menit ke-30.
Meski skor berakhir imbang, tambahan satu poin sudah sangat memadai bagi Indonesia untuk mengunci status juara grup. Keunggulan selisih gol yang surplus 7 gol menjadi pembeda utama yang menempatkan Indonesia di urutan pertama klasemen akhir.
Dengan posisi sebagai juara grup, Indonesia kini menatap babak perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Status sebagai tim dengan poin tertinggi di grup memberikan keuntungan psikologis bagi para pemain untuk menghadapi fase yang lebih krusial.
Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa tangan dingin Hector Souto berhasil mematangkan skema permainan tim nasional.
Kolektivitas tim dan ketajaman lini depan menjadi kunci utama mengapa Indonesia mampu memimpin klasemen di grup yang tergolong kompetitif ini.
Baca juga: Bojan Hodak Buka-bukaan Alasan Persib Rekrut Kurzawa dan Dion Markx
Perjalanan di Fase Grup