Bursa Transfer
Bojan Hodak Buka-bukaan Alasan Persib Rekrut Kurzawa dan Dion Markx
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara secara mendalam mengenai teka-teki perekrutan dua pilar pertahanan baru, Layvin Kurzawa
Ringkasan Berita:
- Perekrutan ini merupakan langkah taktis untuk mengisi kekosongan di sektor belakang setelah Persib melepas Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa ke Persik Kediri
- Layvin Kurzawa didatangkan untuk membawa mentalitas juara dan pengalaman level Eropa (eks PSG) guna menghadapi kompetisi Asia (ACL 2)
- Dengan agenda 19 hingga 25 pertandingan dalam 3,5 bulan ke depan, kehadiran kedua pemain baru ini bertujuan untuk memperdalam skuad
TRIBUNGORONTALO.COM – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara secara mendalam mengenai teka-teki perekrutan dua pilar pertahanan baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.
Langkah berani manajemen Maung Bandung memboyong mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan talenta muda asal Belanda ini ternyata didasari oleh kalkulasi taktis yang sangat spesifik guna menjaga momentum juara di sisa musim 2025-2026.
Bojan Hodak menegaskan bahwa kedatangan Kurzawa dan Dion bukan sekadar upaya memburu nama besar atau sekadar memenuhi kuota pemain.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, kondisi skuad Persib saat ini sedang mengalami "lubang" yang cukup menganga di sektor pertahanan setelah ditinggal beberapa pemain kunci yang dipinjamkan ke klub lain.
"Keputusan merekrut Layvin Kurzawa dan Dion Markx adalah respons taktis terhadap dinamika skuad. Kami kehilangan Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa yang harus bergabung dengan Persik Kediri di putaran kedua ini," ungkap Hodak saat memberikan keterangan resmi di Bandung, Selasa (27/1/2026).
Kehilangan dua bek lokal berkualitas tersebut memaksa Hodak untuk memutar otak lebih keras demi menjaga kedalaman tim.
Baginya, bermain di dua kompetisi bergengsi seperti BRI Super League dan babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) membutuhkan stok pemain yang tidak hanya banyak, tapi juga memiliki kualitas mumpuni.
Hodak memaparkan bahwa posisi bek kiri menjadi prioritas utama yang harus segera ditambal pasca hengkangnya Rezaldi.
"Kami butuh pemain yang memiliki insting bertahan sekaligus menyerang yang sama baiknya di sisi kiri, dan satu tambahan bek tengah untuk rotasi," tambahnya.
Alasan terpilihnya Layvin Kurzawa pun diungkapkan secara blak-blakan oleh sang pelatih. Meski banyak yang meragukan kondisi fisik Kurzawa karena sempat jarang bermain, Hodak melihat sisi lain yang jauh lebih berharga, yakni mentalitas juara dan pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa.
"Kurzawa membawa aura berbeda. Dia pernah bermain di final Liga Champions dan memenangkan Ligue 1 berkali-kali. Pengalaman seperti itu tidak bisa dibeli, dan itu sangat kami butuhkan saat menghadapi tekanan di kompetisi Asia nanti," jelas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Sementara untuk Dion Markx, Hodak memiliki visi jangka panjang yang sangat jelas. Dion diproyeksikan bukan hanya sebagai pelapis, melainkan sebagai aset masa depan yang akan digembleng menjadi bek tengah tangguh bagi Maung Bandung maupun Tim Nasional Indonesia.
"Dion adalah investasi. Dia masih sangat muda, bagian dari Timnas Indonesia U-23, dan memiliki dasar sepak bola Belanda yang kuat. Kami ingin dia berkembang di sini, sama seperti kami mematangkan Kakang dan Robi," tutur Bojan merujuk pada keberhasilan Persib mengorbitkan pemain muda.
Dengan perpaduan antara kematangan Kurzawa dan potensi besar Dion Markx, Bojan Hodak yakin pertahanan Persib akan kembali menjadi benteng yang sulit ditembus lawan. "Ini adalah kombinasi antara kualitas instan dan regenerasi tim yang sedang kami bangun," pungkasnya dalam sesi wawancara tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Momen-Pelatih-Persib-Bojan-Hodak-menjawab-pertanyaan-wa.jpg)