Bursa Transfer
Bojan Hodak Buka-bukaan Alasan Persib Rekrut Kurzawa dan Dion Markx
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara secara mendalam mengenai teka-teki perekrutan dua pilar pertahanan baru, Layvin Kurzawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Momen-Pelatih-Persib-Bojan-Hodak-menjawab-pertanyaan-wa.jpg)
"Ini petualangan baru dan saya sangat antusias bermain di sini. Saya ingin membantu tim dengan kualitas yang saya miliki dan menunjukkan kepada semua orang siapa saya sebenarnya," tambah pemilik 13 caps bersama Timnas Prancis tersebut.
Kurzawa dikontrak hingga akhir musim 2025-2026. Namun, terdapat klausul opsi perpanjangan kontrak yang sangat bergantung pada performa dan kontribusinya di lapangan hijau.
Kehadirannya tidak hanya disambut baik oleh tim, tetapi juga oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat. Deputi CEO, Adhitia Putra Herawan, berharap Kurzawa dan Dion segera menyatu dengan skema permainan tim.
"Seluruh proses perekrutan ini telah melalui evaluasi menyeluruh. Kami mempertimbangkan kondisi fisik dan kebutuhan strategis pelatih," ujar Adhitia.
Manajemen berharap kedua pemain ini bisa langsung memberikan impak positif, terutama dalam misi Persib mempertahankan gelar juara liga dan melangkah lebih jauh di kancah Asia.
Rekam Jejak Mentereng Sang Bintang
Jika menilik profilnya, rekam jejak Kurzawa memang bukan kaleng-kaleng. Ia mengawali karier profesionalnya di AS Monaco pada musim 2010-2011 dan langsung mencuri perhatian sebagai bek sayap modern yang eksplosif.
Selama di Monaco, ia mencatatkan 97 penampilan sebelum akhirnya raksasa Paris, PSG, menebusnya dengan nilai transfer yang fantastis. Di Paris, Kurzawa mencapai puncak kejayaannya.
Selama sembilan tahun berseragam PSG, ia berbagi ruang ganti dengan pemain-pemain terbaik dunia seperti Neymar, Kylian Mbappe, hingga Lionel Messi. Ia mengoleksi lima gelar Ligue 1 dan menjadi bagian dari tim yang mencapai final Liga Champions 2019-2020.
Statistiknya di PSG pun tergolong luar biasa untuk seorang pemain bertahan. Dengan 154 pertandingan, ia menyumbangkan 14 gol dan 23 assist, membuktikan betapa berbahayanya ia saat membantu serangan.
Sebelum mendarat di Persib, Kurzawa sempat mencicipi atmosfer Premier League bersama Fulham dan terakhir bermain untuk Boavista di Liga Portugal.
Fleksibilitas Kurzawa yang bisa bermain sebagai bek kiri, sayap kiri, bahkan bek tengah diyakini akan menjadi "kartu AS" bagi strategi Bojan Hodak.
Kini, seluruh mata tertuju pada Bandung. Apakah perjudian Bojan Hodak dengan mendatangkan Kurzawa yang kaya pengalaman dan Dion Markx yang penuh potensi akan membuahkan hasil manis di akhir musim?
"Kami memiliki target besar, dan kami membutuhkan pemain besar untuk mewujudkannya," tutup Bojan Hodak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com