Bursa Transfer
Bojan Hodak Buka-bukaan Alasan Persib Rekrut Kurzawa dan Dion Markx
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara secara mendalam mengenai teka-teki perekrutan dua pilar pertahanan baru, Layvin Kurzawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Momen-Pelatih-Persib-Bojan-Hodak-menjawab-pertanyaan-wa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Perekrutan ini merupakan langkah taktis untuk mengisi kekosongan di sektor belakang setelah Persib melepas Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa ke Persik Kediri
- Layvin Kurzawa didatangkan untuk membawa mentalitas juara dan pengalaman level Eropa (eks PSG) guna menghadapi kompetisi Asia (ACL 2)
- Dengan agenda 19 hingga 25 pertandingan dalam 3,5 bulan ke depan, kehadiran kedua pemain baru ini bertujuan untuk memperdalam skuad
TRIBUNGORONTALO.COM – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara secara mendalam mengenai teka-teki perekrutan dua pilar pertahanan baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.
Langkah berani manajemen Maung Bandung memboyong mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan talenta muda asal Belanda ini ternyata didasari oleh kalkulasi taktis yang sangat spesifik guna menjaga momentum juara di sisa musim 2025-2026.
Bojan Hodak menegaskan bahwa kedatangan Kurzawa dan Dion bukan sekadar upaya memburu nama besar atau sekadar memenuhi kuota pemain.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, kondisi skuad Persib saat ini sedang mengalami "lubang" yang cukup menganga di sektor pertahanan setelah ditinggal beberapa pemain kunci yang dipinjamkan ke klub lain.
"Keputusan merekrut Layvin Kurzawa dan Dion Markx adalah respons taktis terhadap dinamika skuad. Kami kehilangan Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa yang harus bergabung dengan Persik Kediri di putaran kedua ini," ungkap Hodak saat memberikan keterangan resmi di Bandung, Selasa (27/1/2026).
Kehilangan dua bek lokal berkualitas tersebut memaksa Hodak untuk memutar otak lebih keras demi menjaga kedalaman tim.
Baginya, bermain di dua kompetisi bergengsi seperti BRI Super League dan babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) membutuhkan stok pemain yang tidak hanya banyak, tapi juga memiliki kualitas mumpuni.
Hodak memaparkan bahwa posisi bek kiri menjadi prioritas utama yang harus segera ditambal pasca hengkangnya Rezaldi.
"Kami butuh pemain yang memiliki insting bertahan sekaligus menyerang yang sama baiknya di sisi kiri, dan satu tambahan bek tengah untuk rotasi," tambahnya.
Alasan terpilihnya Layvin Kurzawa pun diungkapkan secara blak-blakan oleh sang pelatih. Meski banyak yang meragukan kondisi fisik Kurzawa karena sempat jarang bermain, Hodak melihat sisi lain yang jauh lebih berharga, yakni mentalitas juara dan pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa.
"Kurzawa membawa aura berbeda. Dia pernah bermain di final Liga Champions dan memenangkan Ligue 1 berkali-kali. Pengalaman seperti itu tidak bisa dibeli, dan itu sangat kami butuhkan saat menghadapi tekanan di kompetisi Asia nanti," jelas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Sementara untuk Dion Markx, Hodak memiliki visi jangka panjang yang sangat jelas. Dion diproyeksikan bukan hanya sebagai pelapis, melainkan sebagai aset masa depan yang akan digembleng menjadi bek tengah tangguh bagi Maung Bandung maupun Tim Nasional Indonesia.
"Dion adalah investasi. Dia masih sangat muda, bagian dari Timnas Indonesia U-23, dan memiliki dasar sepak bola Belanda yang kuat. Kami ingin dia berkembang di sini, sama seperti kami mematangkan Kakang dan Robi," tutur Bojan merujuk pada keberhasilan Persib mengorbitkan pemain muda.
Dengan perpaduan antara kematangan Kurzawa dan potensi besar Dion Markx, Bojan Hodak yakin pertahanan Persib akan kembali menjadi benteng yang sulit ditembus lawan. "Ini adalah kombinasi antara kualitas instan dan regenerasi tim yang sedang kami bangun," pungkasnya dalam sesi wawancara tersebut.
Persib Bandung saat ini memang tengah berada di puncak klasemen BRI Super League, namun posisi tersebut tidak membuat Bojan Hodak merasa tenang. Jadwal padat telah menanti di depan mata, di mana rotasi pemain menjadi kunci utama untuk menghindari badai cedera.
Bojan menyadari bahwa dalam kurun waktu 3,5 bulan ke depan, Persib setidaknya akan melakoni 19 hingga 25 pertandingan kompetitif. Angka tersebut sangat fantastis dan menuntut ketahanan fisik luar biasa dari seluruh anggota skuad.
"Dalam jadwal seperti ini, tidak mungkin kami hanya mengandalkan 11 pemain utama. Kehadiran Kurzawa dan Dion memberikan saya opsi untuk bernapas di tengah jadwal yang gila," katanya.
Baca juga: Eks Rekan Setim Neymar Jr di PSG Resmi Gabung Persib Bandung, Ini Profil Layvin Kurzawa
Terkait Kurzawa, Bojan Hodak secara jujur mengakui bahwa pemain asal Prancis itu membutuhkan waktu adaptasi. Ia tidak ingin memaksakan Kurzawa untuk langsung bermain 90 menit di laga debutnya nanti.
"Kami akan melakukannya secara perlahan. Kita tahu dia sudah lama tidak bermain secara kompetitif di lapangan. Ini mirip dengan situasi Federico Barba atau Stefano Beltrame saat pertama kali datang," jelas Hodak.
Ia menekankan pentingnya kesabaran bagi para bobotoh (pendukung Persib). Pemain yang sempat absen beberapa bulan akibat masalah kebugaran memang membutuhkan sentuhan bola kembali sebelum benar-benar mencapai level terbaiknya.
"Pemain dengan kualitas seperti Kurzawa hanya butuh waktu untuk menemukan ritmenya kembali. Kami akan bersabar karena kualitas teknis dan visinya adalah apa yang kami butuhkan di tim ini," imbuh pelatih berkepala plontos tersebut.
Investasi Masa Depan pada Dion Markx
Beralih ke sosok Dion Markx, Bojan Hodak terlihat sangat antusias membicarakan pemain yang diboyong dari klub kasta kedua Belanda, Top Oss tersebut. Dion yang meneken kontrak 2,5 tahun dianggap sebagai solusi jangka panjang lini belakang Persib.
"Dion itu seperti permata mentah. Dia masih U-23, dan kami memang mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat," ungkap Bojan.
Hodak menyoroti pentingnya regenerasi di tubuh Persib. Baginya, klub sebesar Persib tidak boleh hanya bergantung pada pemain asing senior, tetapi harus memiliki pondasi pemain muda yang kuat.
Masuknya Dion Markx menambah daftar talenta muda berbakat di skuad Maung Bandung. Sebelumnya, Persib sudah memiliki nama-nama seperti Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro, hingga kiper potensial Fitrah Maulana.
"Mereka semua adalah masa depan klub ini. Saya ingin menciptakan persaingan sehat di dalam latihan. Semua pemain muda ini perlu berlatih keras untuk melihat siapa yang benar-benar layak masuk ke tim utama," tegasnya.
Antusiasme Layvin Kurzawa
Di sisi lain, Layvin Kurzawa sendiri mengaku sangat bersemangat memulai petualangan barunya di Asia. Meskipun ia datang dengan status bintang dunia, Kurzawa menunjukkan kerendahan hati saat berbicara mengenai pilihannya berlabuh di Bandung.
"Ini murni keputusan saya. Persib adalah pilihan terbaik untuk saya dan karier saya saat ini," ujar Kurzawa sebagaimana dikutip dari situs resmi klub.
Bagi pemain berusia 33 tahun tersebut, bermain di Indonesia adalah sebuah tantangan baru yang memicu adrenalinnya. Ia merasa tertantang untuk menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kualitas yang layak di perhitungkan.
"Ini petualangan baru dan saya sangat antusias bermain di sini. Saya ingin membantu tim dengan kualitas yang saya miliki dan menunjukkan kepada semua orang siapa saya sebenarnya," tambah pemilik 13 caps bersama Timnas Prancis tersebut.
Kurzawa dikontrak hingga akhir musim 2025-2026. Namun, terdapat klausul opsi perpanjangan kontrak yang sangat bergantung pada performa dan kontribusinya di lapangan hijau.
Kehadirannya tidak hanya disambut baik oleh tim, tetapi juga oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat. Deputi CEO, Adhitia Putra Herawan, berharap Kurzawa dan Dion segera menyatu dengan skema permainan tim.
"Seluruh proses perekrutan ini telah melalui evaluasi menyeluruh. Kami mempertimbangkan kondisi fisik dan kebutuhan strategis pelatih," ujar Adhitia.
Manajemen berharap kedua pemain ini bisa langsung memberikan impak positif, terutama dalam misi Persib mempertahankan gelar juara liga dan melangkah lebih jauh di kancah Asia.
Rekam Jejak Mentereng Sang Bintang
Jika menilik profilnya, rekam jejak Kurzawa memang bukan kaleng-kaleng. Ia mengawali karier profesionalnya di AS Monaco pada musim 2010-2011 dan langsung mencuri perhatian sebagai bek sayap modern yang eksplosif.
Selama di Monaco, ia mencatatkan 97 penampilan sebelum akhirnya raksasa Paris, PSG, menebusnya dengan nilai transfer yang fantastis. Di Paris, Kurzawa mencapai puncak kejayaannya.
Selama sembilan tahun berseragam PSG, ia berbagi ruang ganti dengan pemain-pemain terbaik dunia seperti Neymar, Kylian Mbappe, hingga Lionel Messi. Ia mengoleksi lima gelar Ligue 1 dan menjadi bagian dari tim yang mencapai final Liga Champions 2019-2020.
Statistiknya di PSG pun tergolong luar biasa untuk seorang pemain bertahan. Dengan 154 pertandingan, ia menyumbangkan 14 gol dan 23 assist, membuktikan betapa berbahayanya ia saat membantu serangan.
Sebelum mendarat di Persib, Kurzawa sempat mencicipi atmosfer Premier League bersama Fulham dan terakhir bermain untuk Boavista di Liga Portugal.
Fleksibilitas Kurzawa yang bisa bermain sebagai bek kiri, sayap kiri, bahkan bek tengah diyakini akan menjadi "kartu AS" bagi strategi Bojan Hodak.
Kini, seluruh mata tertuju pada Bandung. Apakah perjudian Bojan Hodak dengan mendatangkan Kurzawa yang kaya pengalaman dan Dion Markx yang penuh potensi akan membuahkan hasil manis di akhir musim?
"Kami memiliki target besar, dan kami membutuhkan pemain besar untuk mewujudkannya," tutup Bojan Hodak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.