Jokowi hingga Wali Kota Bogor Bujuk dan Hibur Anak SD saat Vaksinasi
Pemerintah gencarkan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun sudah mulai digelar di 11 provinsi.
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20211612_Vaksin-Anak.jpg)
Adapun vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun, kata Jokowi, akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia.
Sementara khusus wilayah DKI Jakarta, terdapat 1,2 juta anak yang harus divaksin Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut, sedikitnya 200 siswa SD berusia 6-11 tahun divaksin menggunakan Sinovac. Mereka terdiri atas siswa SDN Cideng 04 sebanyak 44 orang, SDN Cideng 13 sebanyak 59 orang, SDN Cideng 09 sebanyak 44 orang, dan SDN Cideng 10 sebanyak 53 orang.
Pelaksanaan vaksinasi bagi anak ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) melalui surat nomor 166/ITAGI/Adm/XII/2021 tanggal 9 Desember 2021 perihal kajian vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun.
Bersamaan dengan ini Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK) Nomor HK.01.07./MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Bagi Anak Usia 6 (Enam) Sampai Dengan 11 (Sebelas) Tahun, yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 13 Desember 2021.
Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi tersebut yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Histeris saat akan Divaksin, Pelajar SD di Bogor Dibujuk Anggota TNI hingga Wali Kota
Ratusan pelajar SD Kawungluwuk, di Jalan Kresna 2, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menjalani vaksinasi, Rabu (15/6/2021).
Beberapa siswa histeris saat akan divaksin, bahkan ada seorang pelajar yang menangis hingga meronta dan menjatuhkan kursi.
Ada juga pelajar yang menangis sambil berteriak gerakan vaksinasi.
"Vaksinasi, gerakan vaksinasi," ujar anak tersebut.
Untuk menenangkan anak itu, anggota TNI pun mencoba membujuk dan merayu.
Sambil dipeluk akhirnya pelajar tersebut berhasil divaksin.
"Takutnya hilang sudah divaksin, tapi enggak mau lagi ikut vaksin," ujar anak tersebut sambil berjalan bersama orangtuanya meninggalkan ruang vaksin
Kejadian unik itu pun membuat orangtua dan petugas tersenyum.
Anggota TNI bersama Wali Kota Bogor Bima Arya membujuk anak yang histeris berteriak gerakan vaksinasi saat akan dilakukan vaksin.
Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah, puskesmas dan di wilayah Kota Bogor.
Sejak pagi orangtua siswa siswi SD Kawungluwuk sudah melakukan registrasi di sekolah.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa awal vaksinasi anak dilaksanakan perdana pada Rabu (15/12/2021).
Untuk di SD Kawungluwuk kata Bima ada sekitar 500 anak.
"Kita mulai vaksinasi untuk anak 6 - 11 tahun berdasarakan data ada 100.862 ditargetkan 15 Januari selesai dosis pertama dan 12 Februari selesai full dosis untuk dosis ke dua," ujarnya.
Pelaksanaan vaksinasi ini kata Bima Arya dikordinasikan dengan semua sekolah SD di Kota Bogor dan berbagai puskesmas serta keluarahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan pihaknya juga melibatkan madrasah madrasah untuk melaksanakan vaksinasi anak.
"80 sampai 61 madrasah disekolah dijadwalkan seperti bias bulan imunisasi anak sekolah kalau yang tidak sekolah didata saama puskesmas divaksin di wilyaha on the spot dan di wilayah bisa di puskesmas kalau yang anak jalanan kita kordinasi dengan anak jalanan banyak gitu nanti dipanti juga iya," katanya.
Polisi Turun Tangan Bujuk Murid SD Ikut Vaksinasi Covid-19 di Pondok Aren
Murid SDN 02 Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan vaksinasi Covid-19.