PLN

Hashim Tegaskan Posisi RI Di Paris Agreement, PLN Siap Jadi Motor Dekarbonisasi

Indonesia akan terus berada di garis depan dalam upaya mencapai Net Zero Emissions (NZE), dan berupaya mencapainya lebih cepat dari target semula.

Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Hashim Tegaskan Posisi RI Di Paris Agreement, PLN Siap Jadi Motor Dekarbonisasi
PLN/Hand Over
Suasana dikusi panel dengan tema ‘Finding Opportunities in Indonesia’s Transition Journey’ pada BloombergNEF Forum, Senin (6/10) di Jakarta dengan panelis Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri), CEO JERA Asia; Managing Executive Officer and Head of Platform Business Division, JERA Co., Inc, Izumi Kai (kedua dari kanan), dan SVP Technology Innovation and Implementation Pertamina, Hana Timoti (kiri), serta moderator Head of India and Southeast Asia Research, BloombergNEF, Shantanu Jaiswal (kanan). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam perang melawan krisis iklim global.

Dalam forum prestisius BloombergNEF Summit yang digelar di Jakarta, Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan sikap tegas pemerintah.

Indonesia akan terus berada di garis depan dalam upaya mencapai Net Zero Emissions (NZE), dan berupaya mencapainya lebih cepat dari target semula.

Hashim Djojohadikusumo
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan posisi Indonesia dalam Paris Agreement RI untuk mencapai Net Zero Emissions di tahun 2060 atau lebih cepat melalui peningkatan utilisasi energi baru terbarukan (EBT) di tanah air pada BloombergNEF Forum di Jakarta, Senin (6/10).

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emissions  melalui peningkatan utilisasi energi baru terbarukan (EBT) di tanah air. 

Baca juga: Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia! Jadi Top Skor Sepanjang Masa Kualifikasi Piala Dunia

Baca juga: PLN UP3 Tahuna Beri Santunan untuk 21 Anak Panti Asuhan Siti Maryam di Hari Listrik Nasional ke-80

Hal ini disampaikan dalam gelaran BloombergNEF Forum di Jakarta, Senin (6/10) sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam meratifikasi Paris Agreement guna mereduksi emisi karbon dan membatasi kenaikan suhu global di bawah dua derajat celcius.

“Presiden Prabowo telah menegaskan kembali posisi resmi pemerintah Indonesia, yaitu tetap menjadi bagian dari Paris Agreement. Kita berkomitmen mencapai _Net Zero Emissions_ paling lambat pada tahun 2060, namun kita berupaya mempercepat target tersebut agar bisa tercapai lebih awal, antara 2050 hingga 2060,” ucap Hashim.

Selaras dengan langkah tersebut, Hashim mengutarakan, bahwa Pemerintah Indonesia telah merancang dokumen strategis di mana RI akan menggenjot penggunaan EBT sebesar 75 persen hingga tahun 2040. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) memaparkan dalam BloombergNEF Forum
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) memaparkan dalam BloombergNEF Forum, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah, PLN berkomitmen dalam memitigasi perubahan iklim demi keberlanjutan kehidupan bagi generasi di masa depan. Komitmen ini diwujudkan melalui upaya transisi energi di mana sampai dengan tahun 2040 PLN akan menambah kapasitas energi sebesar 100 Giga Watt (GW) dengan 75�rbasis EBT.

"Pemerintah menargetkan energi terbarukan mencapai 75?ri rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN),” jelasnya. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa hingga tahun 2040 PLN akan menambah kapasitas energi sebesar 100 Gigawatt (GW) dengan 75?rbasis EBT. Pengembangan energi ini membutuhkan transmisi hijau sepanjang 70 ribu kilometer sirkuit (kms) sehingga mampu menyambung EBT dari sumber yang berada di _remote area_ ke pusat _demand_ yang berada di perkotaan.

"Kami tengah menyiapkan _green-enabling super grid_, sistem jaringan hijau nasional yang akan menghubungkan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi,” ujar Darmawan. 

Darmawan menggarisbawahi upaya besar ini merupakan bentuk komitmen RI dalam memitigasi perubahan iklim demi keberlanjutan kehidupan bagi generasi di masa depan.

Suasana dikusi panel dengan tema ‘Finding Opportunities in Indonesia’s Transition Journey’
Suasana dikusi panel dengan tema ‘Finding Opportunities in Indonesia’s Transition Journey’ pada BloombergNEF Forum, Senin (6/10) di Jakarta dengan panelis Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri), CEO JERA Asia; Managing Executive Officer and Head of Platform Business Division, JERA Co., Inc, Izumi Kai (kedua dari kanan), dan SVP Technology Innovation and Implementation Pertamina, Hana Timoti (kiri), serta moderator Head of India and Southeast Asia Research, BloombergNEF, Shantanu Jaiswal (kanan).

"Kita akan beralih dari energi impor menuju energi domestik, dari energi mahal menuju energi yang terjangkau. Dari situ akan lahir lapangan kerja baru, investasi hijau, dan pengurangan kemiskinan, di saat yang bersamaan kita juga menurunkan emisi karbon. Inilah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan yang menjadi arah masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Darmawan menyadari visi besar ini tak akan mampu dijalankan oleh PLN sendiri. Permasalahan krisis iklim merupakan tanggung jawab global, maka kolaborasi global dalam upaya meningkatkan penggunaan EBT di sektor ketenagalistrikan baik dari sisi investasi, _transfer knowledge_ hingga alih fungsi teknologi.

“Tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi krisis iklim sendirian. PLN siap bekerja sama dengan semua mitra internasional dalam investasi, _transfer knowledge_, hingga pengembangan teknologi untuk mempercepat pencapaian _Net Zero Emissions_,” tegasnya.

Baca juga: Kepsek SMAN 1 Cimarga Dicopot Gegara Tampar Siswa Merokok, 634 Murid Mogok Sekolah

Baca juga: Terkuak Alasan Menteri Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat hingga Enggan Biayai Proyek Luhut

Sementara itu, CEO JERA Asia, sekaligus Managing Executive Officer and Head of Platform Business Division, JERA Co., Inc, Izumi Kai menyatakan, sebagai bagian dari komunitas global pihaknya siap bersinergi untuk mencapai NZE demi memastikan masa depan lebih baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 03 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved