Selasa, 17 Maret 2026

Viral Nasional

169 Liter Miras Cap Tikus Gagal Dibawa via Kapal Laut Manado, Disamarkan jadi Air Mineral

Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Manado kembali menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras tradisional jenis cap tikus melalui jalur laut.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 169 Liter Miras Cap Tikus Gagal Dibawa via Kapal Laut Manado, Disamarkan jadi Air Mineral
Tribun Manado
CAP TIKUS -- Penemuan cap tikus oleh Polresta Manado, Sulawesi Utara. 

Kadar alkoholnya bisa sangat tinggi, tergantung teknik penyulingan, dan umumnya masih menggunakan metode tradisional.

Awalnya, minuman ini dikenal sebagai “Sopi”, sebutan umum untuk arak lokal di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, nama “Cap Tikus” mulai digunakan setelah para pemuda Minahasa yang mengikuti pendidikan militer menjelang Perang Jawa (sebelum 1829) menemukan sopi dalam botol biru bergambar ekor tikus.

Botol-botol itu dijual oleh pedagang Tionghoa di Benteng Amsterdam, Manado.

Dalam tradisi Minahasa, Cap Tikus hadir dalam berbagai upacara adat.

Salah satunya adalah ritual naik rumah baru, di mana penari Maengket menyanyikan lagu “Marambak” untuk menghormati dewa pembuat rumah dan leluhur Tingkulendeng.

Tuan rumah wajib menyodorkan Cap Tikus kepada Tonaas, pemimpin upacara, sambil penari menyanyikan “tuasan e sopi e maka wale”, yang berarti “tuangkan Cap Tikus wahai tuan rumah”.

Jejak Cap Tikus di Ternate: Catatan Pigafetta

Menariknya, Cap Tikus tercatat dalam sejarah pelayaran dunia.

Antonio Pigafetta, juru tulis ekspedisi Magellan, mencatat bahwa saat tiba di Ternate pada 15 Desember 1521, mereka dijamu oleh Raja Ternate dengan arak dari air tuak yang dimasak.

Meski tidak disebut secara eksplisit sebagai Cap Tikus, masyarakat Ternate tidak memiliki tradisi penyulingan seperti “Batifar”, sehingga besar kemungkinan minuman itu berasal dari Minahasa.

Di luar ritual dan sejarah, Cap Tikus juga menjadi bagian dari keseharian petani Minahasa.

Sebelum berangkat ke kebun, mereka biasa meneguk satu seloki Cap Tikus sebagai penghangat tubuh dan pendorong semangat kerja. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved