Minggu, 15 Maret 2026

Kultum Milenial

Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Anang Wahyu: Antara Cinta dan Kemunafikan di Ramadan 

Pada saat ini kita berada di bulan yang sangat mulia, bulan yang selalu dirindukan

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab

Berbeda dengan orang yang benar-benar mencintai Ramadan. Ia akan mendapatkan pahala ibadahnya, keberkahan waktunya, bahkan tidurnya pun bernilai ibadah.

Oleh karena itu, mari kita luruskan niat kita dalam menyambut bulan Ramadan. Jangan sampai di dalam hati kita terselip niat yang tidak baik.

Salah satu cara memuliakan bulan Ramadan adalah dengan mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Di antara amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak istighfar. Karena pada bulan ini Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya.

Siapa saja yang bersungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Saya juga mengutip perkataan Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitabnya Al-Hikam. 

Beliau menjelaskan bahwa bagaimana mungkin kita berharap mendapatkan kedekatan dengan Allah, sementara kita masih terus mengikuti hawa nafsu kita.

Bagaimana mungkin kita ingin mendapatkan kemuliaan Ramadan, tetapi kita masih meninggalkan amal-amal yang seharusnya dikerjakan.

Bahkan terkadang kita masih meremehkan amalan wajib, padahal kewajiban adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat dosa.

Jika amalan wajib saja masih kita abaikan, bagaimana mungkin kita berharap mendapatkan keutamaan Ramadan.

Al-Habib Umar bin Hafidz juga pernah mengatakan bahwa siapa yang menginginkan sesuatu tetapi tidak berusaha untuk mendapatkannya, maka keinginannya itu hanyalah angan-angan.

Baca juga: Gaji Guru dan Tenaga Kependidikan Dibayar Rapel, Pemkab Bone Bolango Gorontalo Siapkan Dana Rp21 M

Jika kita ingin mendapatkan kemuliaan Ramadan, maka kita harus berusaha dengan amal dan ibadah.

Sahabat yang dimuliakan Allah, selagi kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk bertemu Ramadan, jangan sampai kita melewatkannya begitu saja.

Karena jika satu Ramadan saja tidak mampu mengubah diri kita menjadi lebih baik, maka butuh berapa Ramadan lagi untuk mengubah diri kita, sementara umur kita tidak ada yang tahu.

Bahkan seandainya orang-orang yang sudah berada di alam kubur diberi kesempatan untuk meminta kepada Allah, maka mereka akan meminta dikembalikan ke dunia agar bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved