Kultum Milenial
Nassar Said Sabetan, Mahasiswa IAIN Gorontalo: Menjaga Lisan Barometer Suksesnya Ramadan
Kultum singkat dengan tema menjaga lisan, sebagai salah satu barometer keberhasilan ibadah kita di bulan Ramadan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan buruk agar ibadah tidak sia-sia
- Lisan bisa melukai lebih dalam daripada tangan**, sehingga Rasulullah menekankan pentingnya berkata baik atau diam
- Cara menjaga lisan: jauhi hal yang tidak bermanfaat, bijak berkomentar di media sosial, dan fokus pada tujuan puasa yaitu mencapai ketakwaan
TRIBUNGORONTALO.COM – Kultum singkat dengan tema menjaga lisan, sebagai salah satu barometer keberhasilan ibadah kita di bulan Ramadan.
Puasa Ramadan adalah momen terbesar bagi umat Islam. Di bulan inilah kaum muslimin berbondong-bondong meningkatkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kita menahan lapar, menahan haus, dan menahan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun sangat disayangkan, terkadang kita melupakan satu hal yang terlihat kecil, tetapi sangat penting, yaitu menjaga lisan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda:
"Kam min shaaimin laisa lahu min shiyaamihi illal ju'u wal 'athasy."
Artinya: Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus.
Sahabat Ramadan yang dimuliakan Allah.
Coba kita renungkan bersama. Sepanjang hari kita mampu menahan lapar dan haus, tetapi seringkali kita belum mampu menahan lisan kita dari perkataan yang tidak baik.
Padahal lisan adalah amalan yang sangat ringan dilakukan, tetapi juga sangat mudah menjerumuskan seseorang ke dalam dosa.
Jika kita melukai seseorang dengan tangan kita, maka luka itu akan terlihat. Namun jika kita melukai orang lain dengan lisan kita, luka itu tidak terlihat, karena tersimpan di dalam hatinya.
Oleh karena itu, di bulan Ramadan ini kita tidak hanya diperintahkan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan yang buruk.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.
Sahabat Ramadan yang dimuliakan Allah.