Ramadan 2026
Jangan Terlewat! Ini Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapan malam Lailatul Qadar 2026? Ini perkiraan tanggal malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadan versi pemerintah/NU dan Muhammadiyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Membaca-doa-malam-lailatul-qadar.jpg)
Ringkasan Berita:
- Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil seperti 21, 23, 25, 27, dan 29.
- Perbedaan awal Ramadan antara pemerintah/NU dan Muhammadiyah membuat perkiraan tanggal malam ganjil berbeda satu hari.
- Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, doa, dan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadan.
Malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Pada tahun 2026 atau 1447 Hijriah, terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah yang diikuti oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Baca juga: Kultum Ramadan - Nassar Said Subetan Mahasiswa IAIN Gorontalo: Ramadan Mengajarkan Kita Memberi
Perbedaan ini menyebabkan perkiraan tanggal malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar juga sedikit berbeda.
Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan agar dapat meraih keberkahan malam tersebut.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Berlatih Untuk Diam
Lailatul Qadar Terjadi pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Dalam ajaran Islam, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa malam tersebut berpotensi terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh hari terakhir bulan puasa.
Beberapa amalan yang umum dilakukan pada malam-malam tersebut antara lain salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta melakukan i’tikaf di masjid.
Baca juga: Silaturahmi Ramadan Jadi Ajang Refleksi Setahun Pemerintahan Sofyan–Tonny Pimpin Kabupaten Gorontalo
Perkiraan Malam Ganjil Lailatul Qadar 2026
Perbedaan awal Ramadan membuat tanggal malam ganjil juga sedikit berbeda antara versi pemerintah/NU dan Muhammadiyah.
Jika mengacu pada awal Ramadan versi pemerintah dan NU yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka perkiraan malam ganjil pada sepuluh malam terakhir adalah:
Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026
Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026
Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026
Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 2026
Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, perkiraan malam ganjilnya adalah:
Malam ke-21: Senin malam, 9 Maret 2026
Malam ke-23: Rabu malam, 11 Maret 2026
Malam ke-25: Jumat malam, 13 Maret 2026
Malam ke-27: Minggu malam, 15 Maret 2026
Malam ke-29: Selasa malam, 17 Maret 2026
Meski terdapat selisih satu hari, esensi anjuran tetap sama, yaitu memperbanyak ibadah pada seluruh malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Malam ke-27 Paling Banyak Diyakini
Di antara malam-malam ganjil tersebut, sebagian ulama berpendapat bahwa malam ke-27 Ramadan memiliki kemungkinan paling besar sebagai Lailatul Qadar.
Pendapat ini didasarkan pada sejumlah riwayat serta pengalaman para ulama terdahulu yang kerap menemukan tanda-tanda Lailatul Qadar pada malam tersebut.
Jika mengikuti kalender pemerintah, malam ke-27 Ramadan tahun 2026 diperkirakan jatuh pada Senin malam, 16 Maret 2026.
Sementara menurut Muhammadiyah, malam tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu malam, 15 Maret 2026.
Meski begitu, para ulama menegaskan bahwa tidak ada kepastian mutlak mengenai kapan Lailatul Qadar terjadi.
Hikmah Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadar
Dalam tradisi Islam, waktu pasti Lailatul Qadar sengaja tidak disebutkan secara pasti.
Hal ini diyakini memiliki hikmah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.
Dengan tidak diketahuinya waktu yang pasti, umat Islam diharapkan lebih bersungguh-sungguh dalam meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak ibadah pada periode tersebut, bahkan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah pada malam-malam terakhir Ramadan.
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Beberapa riwayat menyebutkan adanya tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar.
Salah satunya adalah suasana malam yang terasa tenang dan damai.
Udara pada malam tersebut juga disebut tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Selain itu, pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari disebut terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
Namun demikian, tanda-tanda tersebut tidak selalu bisa dijadikan patokan pasti, karena kondisi setiap wilayah bisa saja berbeda.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
- Melaksanakan salat malam (qiyamul lail)
- Membaca Al-Qur’an
- Memperbanyak doa dan dzikir
- Melakukan i’tikaf di masjid
- Memohon ampunan kepada Allah SWT
Dengan meningkatkan ibadah sejak malam ke-21 hingga akhir Ramadan, umat Islam diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.