Universitas Negeri Gorontalo
UNG Jadi Tuan Rumah Penguatan Kapasitas HAM, Eduart Wolok: Momentum Seperti Ini Jangan Disia-siakan
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi pusat pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang dihadiri Menteri HAM RI
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Negeri-Gorontalo-Eduart-Wolok-di-depan-Menteri-HAM.jpg)
Ringkasan Berita:
- Universitas Negeri Gorontalo dipercaya menyelenggarakan penguatan kapasitas HAM yang dihadiri langsung Menteri HAM RI, Natalius Pigai
- Rektor UNG, Eduart Wolok, menekankan pentingnya kesempatan berdialog langsung dengan Menteri HAM meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait isu-isu HAM
- UNG melaporkan perkembangan jumlah mahasiswa, internasionalisasi kampus dengan kehadiran mahasiswa asing, serta komitmen pada afirmasi pendidikan di daerah 3T
TRIBUNGORONTALO.COM – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi pusat pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang dihadiri Menteri HAM RI, Natalius Pigai, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai HAM.
Rektor UNG, Eduart Wolok, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena kampus yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar tersebut.
“Merupakan sebuah kebanggaan bagi Universitas Negeri Gorontalo ketika diminta memfasilitasi kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini sangat bermanfaat bagi adik-adik mahasiswa dan siswa yang hadir hari ini,” ujar Eduart di hadapan ribuan peserta.
Kegiatan penguatan kapasitas HAM ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha (MKPU) Kementerian HAM bersama Kantor Wilayah setempat.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi aktif masyarakat dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM.
Menurut Eduart, kehadiran langsung Menteri HAM di tengah mahasiswa menjadi kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk berdiskusi dan mendapatkan pemahaman yang benar terkait isu-isu HAM.
“Momentum seperti ini jangan disia-siakan. Kita bisa belajar langsung dari sumber yang benar-benar berkompeten di bidang hak asasi manusia,” katanya.
Ia juga melaporkan sejumlah capaian dan kondisi terkini UNG kepada Menteri HAM.
Baca juga: Nama-nama 16 SPPG Gorontalo Ditutup Pemerintah karena Tak Punya Instalasi Pembuangan Air Limbah
Rektor Ungkap Pentingnya Afirmasi Pendidikan
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UNG mencapai 21.595 orang pada semester berjalan.
Jumlah tersebut akan meningkat hingga kisaran 26.000 hingga 27.000 mahasiswa jika ditambah dengan penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya.
“Baru-baru ini kami juga telah menerima hampir 2.000 mahasiswa melalui seleksi nasional berdasarkan prestasi,” jelasnya.
Selain itu, UNG juga terus menunjukkan perkembangan dalam aspek internasionalisasi kampus.
Eduart mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki mahasiswa asing, khususnya dari Timor Leste, yang aktif mengikuti perkuliahan.