Kecelakaan di Gorontalo
Pelajar Gorontalo Terseret 2 Meter usai Ditabrak Mobil, Ini Identitasnya
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-kondisi-mobil-dan-sepeda-motor-yang-mengalami-kecelakaan.jpg)
Saat itu, Moh. Veichran R. Pulu tengah melajukan kendaraannya dari arah Isimu menuju arah Kota Gorontalo.
Namun, di saat yang bersamaan, muncul sepeda motor yang dikendarai oleh Desi Isamil dari arah yang berbeda.
Pelajar tersebut datang dari arah simpang empat Gapura Yosonegoro dan berniat untuk menyeberang jalan.
Nahas, ketika posisi sepeda motor sudah berada di pertengahan jalan, mobil Avanza tersebut melintas.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan di jalur utama Trans Sulawesi itu pun tidak dapat terhindarkan lagi.
Benturan yang keras mengakibatkan Desi Isamil beserta motornya terseret hingga beberapa meter.
Petugas kepolisian dan warga segera melakukan evakuasi cepat agar korban mendapatkan penanganan medis.
Awalnya, korban segera dilarikan oleh petugas dan warga menuju Rumah Sakit (RS) Dunda Limboto.
Namun, karena luka-luka yang dialami sangat parah, pihak rumah sakit memutuskan untuk merujuknya.
Desi Isamil kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Kanit Laka Satlantas Polres Gorontalo telah mengonfirmasi bahwa status korban masih dalam kondisi hidup.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi pelajar tersebut memang sangat memprihatinkan.
"Korban belum meninggal, dilarikan ke RS Dunda kemudian dirujuk ke RS Aloe Saboe. Kondisi korban parah," singkatnya.
Baca juga: Siswa SMP Gorontalo Buka Suara soal Komdigo Blokir Medsos Anak di Bawah Umur
Kesimpangsiuran Informasi dan Penanganan Polisi
Sebelum identitas resmi dirilis, peristiwa kecelakaan ini sempat menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial.
Publik mengetahui kejadian ini pertama kali melalui tayangan siaran langsung di platform Facebook milik akun Haji Kidu.