Ketupat Gorontalo
4 Alasan Utama Pacuan Kuda pada Lebaran Ketupat Gorontalo Nanti Batal Digelar
Event tahunan pacuan kuda dalam rangka perayaan tradisi Lebaran Ketupat 2026 di Gorontalo dipastikan batal digelar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PACUAN-KUDA-Suasana-lintasan-pacuan-kuda-dan-karapan-sapi-di-Desa-Yosonegoro.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pacuan kuda Gorontalo 2026 dalam rangka Lebaran Ketupat resmi dibatalkan oleh Pordasi Provinsi Gorontalo.
- Pembatalan dipicu oleh lemahnya koordinasi panitia, keterbatasan anggaran, minimnya dana operasional dan perizinan, serta kondisi arena yang tidak layak.
- Pordasi menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen melakukan evaluasi agar event dapat kembali digelar tahun depan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Event tahunan pacuan kuda dalam rangka perayaan tradisi Lebaran Ketupat 2026 di Gorontalo dipastikan batal digelar.
Keputusan tersebut diambil oleh Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Provinsi Gorontalo setelah melalui rapat bersama dengan Dinas Olahraga dan Pariwisata.
Pembatalan ini tertuang dalam surat resmi yang ditujukan kepada sejumlah pihak, termasuk pengurus pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Ketua Pordasi Gorontalo menyebutkan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis, kesiapan panitia, hingga faktor keselamatan.
4 Alasan Pacuan Kuda Gorontalo Batal
Berikut empat alasan utama batalnya event pacuan kuda tahun ini:
1. Koordinasi Panitia Tidak Maksimal
Pelaksanaan kegiatan dinilai terkendala lemahnya koordinasi antara panitia, pengurus, dan pihak terkait. Hal ini berdampak pada tidak optimalnya persiapan teknis di lapangan.
2. Keterbatasan Anggaran Pemerintah
Dukungan dana dari pemerintah daerah disebut belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan event berskala besar seperti pacuan kuda.
3. Minimnya Dana Operasional dan Perizinan
Selain anggaran utama, kegiatan juga terkendala tidak tersedianya dana operasional, termasuk untuk pengurusan izin keramaian dan kebutuhan teknis lainnya.
4. Kondisi Arena Pacuan Tidak Layak
Faktor keselamatan menjadi perhatian serius. Sejumlah fasilitas seperti pagar lintasan dilaporkan rusak dan dinilai membahayakan kuda, joki, maupun penonton jika kegiatan tetap dipaksakan.
Sudah Jadi Tradisi Tahunan
Pacuan kuda sendiri merupakan agenda rutin yang selalu digelar saat perayaan Lebaran Ketupat di Gorontalo, khususnya di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat.
Event ini biasanya menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan karena memadukan olahraga dan tradisi lokal.
Namun tahun ini, masyarakat harus menahan kecewa karena kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan.
Pihak Pordasi Gorontalo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembatalan tersebut.
Mereka juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar event serupa bisa kembali digelar pada tahun mendatang dengan persiapan yang lebih matang.(*)
Ketupat Gorontalo
kampung Jawa
pacuan kuda Gorontalo
pacuan kuda
karapan sapi Gorontalo
karapan sapi
| Warga Moodu Gelar Ketupat Dua Pekan Setelah Lebaran, Jadi Ajang Silaturahmi |
|
|---|
| 5 Tahun Menekuni Pacuan Kuda Gorontalo, Yusuf Kembali Berlaga di Event Ketupat Yosenegoro |
|
|---|
| 1.446 Ketupat Dibagikan saat Festival di Tanggidaa Kota Gorontalo |
|
|---|
| Jadi Lokasi Bermukim Suku Jaton, Warga Mananggu Meriahkan Lebaran Ketupat Gorontalo |
|
|---|
| Indra Gobel Ngaku Pertama Kali Rayakan Ketupat, Janji Perhatian untuk Nelayan Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.