Human Interest Story
Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025
Abdul Gias Tomayahu, pemuda asal Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abdul-Gias-Tomayahu.jpg)
Kegelisahan terhadap maraknya kesalahan berbahasa di media sosial menjadi pemantik utama lahirnya karya perdana Gias yang berjudul Ngomong Jangan Asal: Panduan Bahasa Indonesia yang Nggak Bikin Pusing.
Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Putra Adi Dharma (YPAD) Yogyakarta ini telah memiliki ISBN resmi dan ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif.
"Menulis bagi saya bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling konsisten dan bertanggung jawab terhadap gagasannya," ungkap Gias saat diwawancarai mengenai prinsip kepenulisannya.
Tahun 2025 menjadi "tahun emas" bagi Gias. Ia berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional.
Prestasi tertingginya adalah medali emas dengan Predikat A+ pada Olimpiade Sains Hari Kebangkitan Nasional (OSHKN) Bidang Bahasa Indonesia.
Tak berhenti sampai di situ, ia kembali memperoleh medali emas (Predikat A+) pada Kompetisi Sains Hardiknas Nasional (KSHN) Bidang Bahasa Indonesia.
Tidak berhenti di situ, Gias kembali meraih Medali Emas (Predikat A+) dalam ajang Brilliant Science Competition (NSSC) Bidang Bahasa Indonesia.
Abdul juga mengoleksi Medali Emas (Predikat A-) pada Ajang Sains & Matematika Indonesia (ASMI) Bidang Sejarah.
Selain prestasi akademik yang mentereng, Abdul Gias Tomayahu aktif dalam kegiatan organisasi dan pengembangan diri.
Ia pernah menjadi Winner Duta Budaya Fakultas Sastra dan Budaya UNG Tahun 2024.
Puncak pencapaiannya di bidang kebudayaan adalah terpilih sebagai Duta Ragam Nusantara Provinsi Gorontalo Tahun 2025.
Perkenalkan Budaya Gorontalo di Kancah Nasional
Di kancah nasional, Gias konsisten mempromosikan nilai-nilai filosofis dan kebudayaan Gorontalo kepada khalayak luas.
Ia percaya bahwa bahasa dan budaya adalah identitas yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Tidak hanya piawai menulis populer, Gias juga mendalami dunia riset melalui kajian psikolinguistik yang mendalam.
Penelitiannya tentang analisis mengenai Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan Implikasinya terhadap Pemrosesan Bahasa Mahasiswa dalam Pembelajaran Menulis Akademik.