Pemprov Gorontalo
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gusnar-Idah: Pemprov Gorontalo Serahkan Bantuan Komunitas Bentor
Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan momentum refleksi satu tahun kepemimpinan sebagai ajang memperkuat kedekatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-penyerahan-bantuan-secara-simbolis-kepada-perwakilan.jpg)
Selain rencana pembangunan infrastruktur, perhatian nyata telah dirasakan melalui pembagian paket sembako secara rutin untuk membantu dapur para pengemudi.
Pemerintah Provinsi juga telah merealisasikan program pengadaan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis bagi ratusan pengemudi bentor yang membutuhkan.
Tercatat sekitar 150 pengemudi bentor telah mendapatkan fasilitas SIM gratis ini untuk menjamin legalitas dan keamanan mereka saat bekerja di jalanan.
Yasin berharap agar kebijakan yang menyentuh langsung rakyat bawah ini tidak berhenti di tahun pertama saja, melainkan terus berlanjut secara konsisten.
"Harapan kami hal seperti ini tidak hanya sampai di sini, tapi juga berkelanjutan terus untuk masa depan teman-teman pengemudi," jelasnya lagi.
Baca juga: Pengakuan Saksi di Sidang LPTQ Pohuwato Gorontalo, Daiman: Urusan Keuangan Bukan tanggung Jawab Saya
Pidato Refleksi Gubernur
Di sisi lain, dalam pidato refleksinya, Gubernur Gusnar Ismail memaparkan kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan namun tetap terkendali.
Gubernur menjelaskan tren kapasitas fiskal dalam tiga tahun terakhir, di mana pada tahun 2024 anggaran berada pada angka Rp1,924 triliun.
Pada tahun 2025, angka tersebut terkoreksi menjadi Rp1,683 triliun, dan pada tahun 2026 ini berada di angka Rp1,537 triliun.
Meski terjadi penurunan anggaran, Gubernur menegaskan bahwa prioritas pembangunan untuk rakyat tidak boleh dikurangi sedikit pun.
Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap berkomitmen menjalankan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas SDM sejak dini.
Selain itu, penguatan Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat terus digenjot guna memberikan akses ekonomi dan pendidikan bagi warga kurang mampu.
Sektor ketahanan pangan juga menjadi pilar utama, mengingat Gorontalo memiliki potensi besar dalam sumber daya alam yang harus dikelola secara mandiri.
Dalam program daerah, Gubernur memfokuskan pada sektor Agro Maritim, khususnya perikanan, melalui inovasi "Taksi Nelayan" untuk mempermudah distribusi hasil laut.
Sebanyak 5 unit kapal motor juga diserahkan kepada Badan Usaha untuk memperkuat armada penangkapan ikan para nelayan lokal.
Pembangunan infrastruktur dasar pun tak luput dari perhatian, seperti pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Kabupaten Pohuwato.