Kultum Milenial
VIDEO Kultum Milennial Gorontalo: Belajar Jujur Melalui Momentum Puasa oleh Alfikar Ding
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat-Nya, karena atas rahmat,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Sebaliknya, dusta hanya akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menuntun ke neraka.
Karena itu, berbohong adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sahabat Ramadan,
Negeri ini sangat membutuhkan orang-orang yang jujur.
Tak heran jika muncul slogan yang digaungkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu “Jujur itu Hebat.”
Slogan ini menunjukkan bahwa kejujuran hari ini menjadi sesuatu yang sangat mahal dan langka.
Hampir setiap waktu kita mendengar berita tentang korupsi dan berbagai perilaku tidak jujur yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Lalu, bagaimana cara memutus mata rantai kebohongan ini?
Jawabannya adalah dengan memulai dari diri sendiri.
Dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk melatih kejujuran tersebut.
Bukan hanya jujur kepada manusia, tetapi yang paling utama adalah jujur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena salah satu ciri utama orang yang bertakwa adalah kejujuran.
- Betapa indahnya seorang anak yang jujur kepada orang tuanya.
- Betapa indahnya seorang siswa yang jujur kepada gurunya.
- Betapa indahnya suami dan istri yang saling jujur dalam keluarganya.
- Dan betapa indahnya jika para pemimpin dan pejabat jujur kepada rakyatnya.
Jika nilai kejujuran ini benar-benar hidup, insyaallah berbagai krisis di negeri ini akan perlahan teratasi.
Sahabat Ramadan yang dirahmati Allah,
Melalui ibadah puasa di bulan Ramadan ini, mari kita jadikan puasa bukan hanya sebagai ibadah spiritual semata, tetapi sebagai sarana membentuk pribadi yang jujur.
Kejujuran yang tidak hanya berlaku di bulan Ramadan, tetapi terus kita jaga di bulan-bulan berikutnya, sepanjang hidup kita.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan.
Apabila terdapat kekurangan dan kesalahan kata, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Akhir kata,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
| Nassar Said Sabetan, Mahasiswa IAIN Gorontalo: Menjaga Lisan Barometer Suksesnya Ramadan |
|
|---|
| Kultum Ramadan - Sandi Sahempa Mahasiswa IAIN Gorontalo: Jangan Berlebih-lebihan saat Puasa |
|
|---|
| Kultum Milenial - Rindiani Mahasiswa IAIN Gorontalo: 2 Kebahagiaan Orang Berpuasa |
|
|---|
| Kultum Milenial - Marsya Ayu Mahasiswa IAIN Gorontalo: Tiga Tingkatan Puasa untuk Meraih Ketakwaan |
|
|---|
| Kultum Ramadan - Nassar Said Subetan Mahasiswa IAIN Gorontalo: Ramadan Mengajarkan Kita Memberi |
|
|---|