Harga Bahan Pokok
Daftar Harga Bahan Pokok di Gorontalo per 16 Februari 2026, Supermarket dan Pasar Tradisional
Menjelang bulan suci Ramadan, dinamika harga bahan pokok di Kota Gorontalo mulai menunjukkan kenaikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-pedagang-rempah-rempah-di-pasar-tradisional.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga telur ayam negeri di ritel modern berkisar Rp65.000–Rp66.000 per baki, ayam potong Rp40.900–Rp54.900 per ekor
- Telur ayam negeri naik ke Rp60.000 per rak, ayam potong melonjak Rp70.000–Rp85.000 per ekor, cabai dan bawang merah/putih tembus Rp60.000 per kilogram
- Harga ikan segar umum naik dari Rp25.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, baby tuna dari Rp25.000 menjadi Rp32.000 per ekor, dan ikan oci berada di kisaran Rp35.000–Rp40.000 per kilogram
TRIBUNGORONTALO.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, dinamika harga bahan pokok di Kota Gorontalo mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat kini harus lebih jeli dalam memilih tempat berbelanja guna menyiasati anggaran dapur, mengingat adanya perbedaan harga yang cukup mencolok antara pasar modern dan pasar tradisional.
Norma Datau (35), seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja di Indogrosir Gorontalo, mengungkapkan bahwa setiap tempat memiliki keunggulannya masing-masing.
Menurutnya, untuk komoditas minyak goreng, ayam, dan telur, harga di supermarket cenderung lebih miring dibandingkan tempat lain.
“Kalau di supermarket, daging tertentu seperti daging meltique juga lebih tersedia, termasuk sayuran yang sulit dicari di pasar seperti brokoli atau kembang kol,” ujarnya.
Di ritel modern ini, harga telur ayam negeri dibanderol pada kisaran Rp65.000–Rp66.000 per baki, sementara ayam potong dijual mulai dari Rp40.900 untuk ukuran kecil hingga Rp54.900 untuk ukuran besar.
Untuk bumbu dapur atau “Barito” (bawang, rica, tomat), harga di supermarket dipatok per 100 gram, seperti cabai rawit Rp6.890 dan bawang merah Rp5.490.
Namun, daya tarik pasar tradisional tetap tidak tergantikan bagi sebagian warga.
Baca juga: Rawan Kecelakaan, Warga Gorontalo Minta Pemerintah Pangkas Tanaman di JDS
Wahyuni Bahsoan (47) mengaku tetap setia berbelanja di pasar tradisional karena faktor harga yang lebih fleksibel dan adanya ruang untuk tawar-menawar.
Meski demikian, ia mengeluhkan tren kenaikan harga yang mulai terasa.
“Telur sekarang naik ke angka Rp60 ribuan per rak, padahal sebelumnya hanya Rp50 ribuan. Beruntung harga beras sejauh ini masih terpantau stabil,” katanya.
Kondisi kenaikan harga ini dikonfirmasi oleh Gaston (39), salah satu pedagang di pasar tradisional.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga “Barito” terjadi cukup drastis mendekati Ramadan. Harga cabai (rica) yang semula Rp30.000 kini melesat menjadi Rp60.000 per kilogram.
Hal serupa terjadi pada bawang merah dan bawang putih yang juga menyentuh Rp60.000 per kilogram.