Harga Bahan Pokok
Daftar Harga Bahan Pokok di Gorontalo per 16 Februari 2026, Supermarket dan Pasar Tradisional
Menjelang bulan suci Ramadan, dinamika harga bahan pokok di Kota Gorontalo mulai menunjukkan kenaikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-pedagang-rempah-rempah-di-pasar-tradisional.jpg)
“Tomat juga naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000. Stok minyak kelapa botolan pun ikut naik seribu rupiah karena pasokan mulai menipis sementara permintaan menjelang puasa sangat tinggi,” tuturnya.
Sektor perikanan pun tak luput dari badai kenaikan harga. Duelem (45) menyebutkan bahwa harga ikan yang biasanya berada di angka Rp25.000 kini melambung hingga Rp35.000.
Fenomena ini juga dirasakan oleh Amin Ahyari (52), seorang penjual ikan baby tuna.
Ia menjelaskan bahwa harga beli di pelelangan sudah naik, sehingga ia terpaksa menjual ikan tuna kecil dari Rp25.000 menjadi Rp32.000 per ekor.
Sementara itu, ayam potong di pasar tradisional kini menyentuh Rp70.000–Rp85.000 per ekor tergantung ukuran, jauh lebih tinggi dibandingkan harga di supermarket.
Wahid (50) menambahkan bahwa untuk jenis ikan oci, harga saat ini berkisar Rp35.000–Rp40.000. Menurutnya, harga ikan sangat bergantung pada faktor alam.
“Kalau sedang musim ikan atau tangkapan melimpah, harga pasti akan turun lagi. Tapi untuk saat ini, kami harus menyesuaikan dengan kondisi pasar menjelang hari raya,” pungkasnya.
Daftar Harga Bahan Pokok Menjelang Ramadan
Telur ayam negeri:
• Supermarket Rp65.000–Rp66.000 per baki
• Pasar tradisional ±Rp60.000 per rak
Ayam potong:
• Supermarket Rp40.900–Rp54.900 per ekor
• Pasar tradisional Rp70.000–Rp85.000 per ekor
Cabai rawit:
• Supermarket Rp6.890 per 100 gram
• Pasar tradisional Rp60.000 per kilogram
Bawang merah:
• Supermarket Rp5.490 per 100 gram
• Pasar tradisional Rp60.000 per kilogram