BPJS Gorontalo
Dinsos dan Dukcapil Gorontalo Ungkap Penyebab Graduasi Peserta PBI BPJS di Kelompok Desil 5
Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menjelaskan bahwa sistem penilaian kepesertaan PBI mengacu pada klasifikasi desil
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Sejumlah daerah di Gorontalo telah melakukan langkah reaktivasi bagi warga yang dinilai masih layak menerima bantuan.
“Kemarin ada laporan dari Kabupaten Gorontalo, mereka sudah melakukan reaktivasi,” kata Reflin.
Ia menambahkan, persoalan lebih banyak terjadi pada kelompok desil 5 karena perbedaan tipis dengan desil 6.
Indikator penilaian mencakup kondisi rumah, konstruksi, lantai, kepemilikan meteran listrik, kulkas, ponsel, hingga kendaraan bermotor.
Reflin mengimbau masyarakat agar tidak khawatir jika status kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif.
“Melapor ke desa, nanti diinput di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial,” jelasnya. Usulan tersebut kemudian diteruskan ke dinas sosial daerah dan diajukan ke Kementerian Sosial untuk verifikasi lebih lanjut.
Baca juga: 2 Kandidat Calon Komisaris BSG Mencuat Jelang RUPS Bank Sulut Gorontalo, Ini Sosok Mereka
Sebelumnya, Kementerian Sosial menegaskan penonaktifan 13,5 juta peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukanlah bentuk pengurangan subsidi, melainkan hasil pemutakhiran data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kuota nasional tetap berada di angka 96,8 juta jiwa, dengan alokasi difokuskan pada rumah tangga desil 1–4. Temuan menunjukkan masih ada sekitar 54 juta warga miskin yang belum menerima PBI, sementara lebih dari 15 juta orang dari desil 6–10 justru tercatat sebagai peserta.
Sebagian peserta yang dinonaktifkan beralih menjadi peserta mandiri karena dinilai mampu membayar iuran sendiri, sementara lainnya ditanggung pemerintah daerah melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)