PEMPROV GORONTALO
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Bawa Investasi Pakan Ternak Rp1,2 Triliun, Groundbreaking 7 Januari
Provinsi Gorontalo mendapat investasi pembangunan industri pakan ternak dan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi sebesar Rp 1,2 triliun.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-saat-memberikan-sambutan-fdfffuuuuuu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Provinsi Gorontalo mendapat investasi senilai Rp 1,2 Triliun
- Investasi tersebut untuk industri pakan ternak dan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi
- Empat Kabupaten menjadi sasaran investasi tersebut yakni Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, dan Boalemo
TRIBUNGORONTALO.COM - Provinsi Gorontalo mendapat investasi pembangunan industri pakan ternak dan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi sebesar Rp 1,2 triliun.
Pemerintah pusat menetapkan Provinsi Gorontalo sebagai salah satu dari 13 provinsi di Indonesia yang mendapat investasi besar tersebut.
Investasi tersebut untuk hilirasasi industri pakan ternak berupa pembangunan pabrik hewan potong, pembangunan pabrik pakan ternak,pembangunan pabrik ayam broiler dan pullet.
Hal ini diungkap Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memberikan sambutan pada kegiatan zikir dan doa pergantian tahun pada Rabu (31/12/2025) malam
Gusnar Ismail mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil survei lapangan yang dilakukan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian. Tim tersebut turun atas arahan Menteri Pertanian dan perintah Presiden Republik Indonesia.
“Tadi pagi, saya rapat dengan tim survei dari Kementerian Pertanian. Mereka turun langsung dan menyimpulkan Gorontalo masuk dalam daftar provinsi penerima pembangunan industri pakan ternak,” kata Politisi Partai Demokrat tersebut.
Mantan pengajar Lemhanas ini menjelaskan urvei dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, serta Kabupaten Bone Bolango.
Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan industri pakan ternak dan peternakan ayam secara terintegrasi.
Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi mengaku terhenyuh saat menerima kabar tersebut. Dia mengingat perjuangan pemerintah daerah selama ini yang terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat terkait potensi Gorontalo.
“Terus terang, di akhir hari kerja tadi saya tertegun. Selama ini kami bolak-balik ke Jakarta, menjelaskan bahwa di daerah ini kekuatan utama kami adalah jagung,” ungkap Pria yang meraih gelar doktordi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga tersebut
Menurut Gusnar, Gorontalo memiliki produksi jagung mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Namun tanpa industri pengolahan, angka tersebut belum memberi dampak maksimal bagi kesejahteraan petani.
“Jagung sebanyak itu tidak akan berarti apa-apa bagi petani jika tidak ada industri pakan ternak. Alhamdulillah, akhirnya ini bersambut,” kata Mantan Wakil Gubernur era Fadel Muhammad tersebut
Tak hanya pabrik pakan ternak, Gusnar menambahkan proyek tersebut juga mencakup pembangunan ekosistem peternakan ayam potong secara terintegrasi di Provinsi Gorontalo dengan nilai investasi tambahan sekitar Rp1,5 triliun.
“Bukan hanya pabrik pakan ternak, tapi juga ekosistem pengembangan ayam potong akan dibangun di Gorontalo,” bebernya.
Meski demikian, Gusnar mengingatkan bahwa rencana besar tersebut masih membutuhkan doa dan dukungan semua pihak agar tidak berpindah ke provinsi lain.Ia menegaskan persaingan antar daerah saat ini sangat ketat.
| Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Nyalakan Lampu Tumbilotohe, 3 Cucunya Terpesona |
|
|---|
| Tak Dapat THR? Disnaker Gorontalo Buka Posko Pengaduan hingga Pasca Lebaran |
|
|---|
| Breaking News: Gubernur Gusnar Ismail Lantik 67 Pejabat Pemprov Gorontalo |
|
|---|
| Gusnar Ismail dan Rachmat Gobel Bahas Pembangunan Gorontalo, BBM hingga Pengembangan Ternak Sapi |
|
|---|
| Gubernur dan Kapolda Gorontalo Tinjau Gerakan Pangan Murah, Warga Senang Harga Sedikit Lebih Murah |
|
|---|