Gorontalo Hari Ini
Angka Kriminalitas Gorontalo 2025 Turun, Kasus Penganiayaan hingga KDRT Jadi Sorotan Kapolda
Kepolisian Daerah Gorontalo merilis kondisi kriminalitas sepanjang tahun 2025 hingga 18 Desember 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolda-Gorontalo-Irjen-Pol-Widodo-tengah-saat-release-akhir-tahun.jpg)
Menurut Kapolda, KDRT tidak hanya menyasar perempuan, tetapi juga terjadi pada laki-laki dan anak. Karena itu, diperlukan pendekatan pencegahan yang lebih menyeluruh.
Baca juga: Malam Tahun Baru di Limboto Gorontalo, Simak Rekayasa Lalu Lintas Ini agar Terhindar Macet
Penipuan dan Kejahatan terhadap Anak
Jenis kejahatan lain yang meningkat signifikan adalah penipuan, dengan total 69 kasus sepanjang 2025.
Selain itu, kejahatan terhadap anak juga menjadi perhatian khusus. Data Polda Gorontalo mencatat:
- Perlindungan anak (pencabulan): 7 kasus
- Perlindungan anak (penelantaran): 3 kasus
- Kejahatan terhadap anak lainnya: 23 kasus
“Ini menjadi keprihatinan bersama, apalagi Gorontalo dikenal sebagai daerah religius,” ucap Widodo.
Ia menilai, tren kejahatan terhadap anak harus menjadi bahan evaluasi nasional, tidak hanya di tingkat daerah.
Di sisi lain, beberapa jenis kejahatan justru menunjukkan tren menurun. Kasus pemalsuan surat, kekerasan seksual, dan perzinahan tercatat menurun dibandingkan tahun 2024.
Selain itu, kasus pembunuhan, pemerasan, serta pencucian uang relatif rendah sepanjang 2025.
Kapolda menegaskan, data ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan penegakan hukum dan pencegahan kejahatan di tahun mendatang.
“Kita akan jadikan ini bahan evaluasi dan pembahasan lebih luas, termasuk di tingkat provinsi dan nasional,” pungkasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan menunjukkan, kegiatan Kapolda Gorontalo turut didampingi oleh sejumlah pejabat Polda Gorontalo.
Seluruh direktur di masing-masing bagian hadir, bahkan hingga tingkat Kapolres di wilayah Gorontalo.
Para jurnalis dari berbagai media juga mengikuti pemaparan press release akhir tahun tersebut.
Setelah pemaparan, dibuka sesi tanya jawab dengan sedikitnya tiga penanya dari kalangan jurnalis.
Kapolda langsung menjawab sejumlah permasalahan krusial di tengah masyarakat. Dari amatan TribunGorontalo.com, banyak keluhan yang disampaikan terkait UU ITE. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan santap makan bersama.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)