Sabtu, 28 Maret 2026

Gorontalo Hari Ini

Angka Kriminalitas Gorontalo 2025 Turun, Kasus Penganiayaan hingga KDRT Jadi Sorotan Kapolda

Kepolisian Daerah Gorontalo merilis kondisi kriminalitas sepanjang tahun 2025 hingga 18 Desember 2025.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Angka Kriminalitas Gorontalo 2025 Turun, Kasus Penganiayaan hingga KDRT Jadi Sorotan Kapolda
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KRIMINAL 2025 -- Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo (tengah) saat release akhir tahun di Mapolda Gorontalo, Selasa (30/12/2025). Kapolda menyoroti kasus penganiayaan hingga KDRT. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2025 tercatat 3.202 kasus tindak pidana, turun 115 kasus dari tahun sebelumnya
  • Kasus penganiayaan menempati posisi tertinggi dengan 39 kasus
  • Kapolda menilai tren ini perlu evaluasi serius di tingkat daerah maupun nasional

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kepolisian Daerah Gorontalo merilis kondisi kriminalitas sepanjang tahun 2025 hingga 18 Desember 2025.

Secara umum, jumlah kejahatan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sejumlah jenis kejahatan justru menunjukkan tren peningkatan dan menjadi perhatian serius pimpinan Polda Gorontalo.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo menyampaikan, berdasarkan data Bidang Operasional, jumlah tindak pidana pada 2025 tercatat 3.202 kasus. Angka ini menurun 115 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.317 kasus.

“Jumlah kejahatan turun, tetapi penyelesaian perkara justru meningkat cukup signifikan,” ujar Widodo dalam rilis akhir tahun Polda Gorontalo, Selasa (30/12/2025).

Polda Gorontalo mencatat, penyelesaian perkara pada 2025 mencapai 2.261 kasus, naik 390 kasus dibandingkan 2024 yang berada di angka 1.871 kasus.

Persentase penyelesaian perkara juga meningkat, dari 55 persen pada 2024 menjadi 83 persen pada 2025.

Meski demikian, Widodo menegaskan bahwa penurunan angka kejahatan tidak boleh membuat semua pihak lengah.

Menurutnya, terdapat beberapa jenis kejahatan dengan jumlah kasus cukup tinggi dan berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.

Kasus Penganiayaan Paling Tinggi

Dari data detail kejahatan, kasus penganiayaan menempati posisi tertinggi dengan 39 kasus sepanjang 2025. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, kasus pengeroyokan juga tercatat sebanyak 12 kasus, menunjukkan tren naik dibandingkan 2024.

“Penganiayaan ini menjadi perhatian utama. Dari hasil pendalaman, banyak yang diawali atau dipicu oleh konsumsi minuman keras,” kata Widodo.

Kapolda menambahkan, sebagian besar kasus penganiayaan berawal dari cekcok, perkelahian, hingga kekerasan fisik yang dipicu pengaruh alkohol.

Sementara itu, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjadi sorotan. Sepanjang 2025, tercatat tiga kategori KDRT dengan jumlah yang relatif tinggi, yakni:

  • KDRT fisik: 33 kasus
  • KDRT penelantaran: 4 kasus
  • KDRT psikis: 1 kasus

“Tiga kategori KDRT ini masih cukup tinggi dan perlu penanganan serius lintas sektor,” ujar Widodo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved