PEMPROV GORONTALO
PAD Tembus Rp442 Miliar, Jadi Penopang Utama Pendapatan Pemprov Gorontalo di Akhir 2025
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi penopang utama kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Gorontalo menjelang penutupan tahun anggaran 2025.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gedung-Kantor-Gubernur-Gorontalo-tampak-depan.jpg)
Hingga laporan terakhir, realisasi dana perimbangan telah mencapai 95,93 persen.
Meski belum menyentuh angka penuh, Sukril menilai capaian tersebut tetap mencerminkan kinerja penerimaan yang kuat.
Berkat tingginya realisasi PAD dan pendapatan daerah secara keseluruhan, Provinsi Gorontalo bahkan sempat mencatatkan diri sebagai daerah dengan persentase capaian penerimaan tertinggi secara nasional berdasarkan evaluasi pekan lalu.
“Evaluasi minggu lalu, Gorontalo ranking satu secara nasional untuk persentase capaian penerimaan,” kata Sukril.
Sementara dari sisi belanja daerah, realisasi masih berada di angka 83,26 persen berdasarkan evaluasi minggu sebelumnya.
Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring proses pencairan anggaran di akhir tahun.
Sukril menambahkan, realisasi belanja Pemprov Gorontalo pada tahun sebelumnya berada di angka 96 persen, dan untuk tahun ini diproyeksikan berada di kisaran 95 hingga 96 persen.
Menurutnya, belanja yang tidak mencapai 100 persen bukan disebabkan oleh lemahnya kinerja daerah, melainkan karena adanya sejumlah program yang anggarannya tidak sepenuhnya ditransfer dari pemerintah pusat.
“Misalnya DAK dianggarkan Rp100 juta, tapi yang dikontrak hanya Rp95 juta. Maka sisanya tidak ditransfer ke kas daerah,” pungkasnya.
Dengan sisa waktu menjelang tutup anggaran, Pemprov Gorontalo optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja fiskal yang solid, ditopang oleh PAD yang melampaui target.
(*)