Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Rachmat Gobel Sebut Sidak Anggota DPRD Gorontalo di Tambang Suwawa Sudah Sesuai Prosedur
Rachmat menyebut tindakan Mikson Yapanto melakukan sidak aktivitas pertambangan di Suwawa
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rachmat-Gobel-kiri-dan-Mikson-Yapanto.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketua DPW Nasdem Gorontalo, Rachmat Gobel menilai sidak yang dilakukan Mikson Yapanto di lokasi tambang Suwawa adalah hal biasa
- Mikson menegaskan telah sepakat berdamai dengan para penambang, setelah istri-istri tersangka menemuinya
- Kris Wartabone mewakili penambang menyampaikan terima kasih, menegaskan peran besar para istri penambang dalam mendamaikan kedua pihak
TRIBUNGORONTALO.COM – “Itu kan biasa DPR melakukan sidak-sidak,” ucap Ketua DPW Nasdem Gorontalo, Rachmat Gobel.
Rachmat menyebut tindakan Mikson Yapanto melakukan sidak aktivitas pertambangan di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sudah sesuai prosedur yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa Mikson sejatinya menjalankan fungsinya dalam hal pengawasan.
“Semua DPR harus melakukan hal itu,” jelas Rachmat saat diwawancarai TribunGorontalo.com usai mendatangi Polda Gorontalo, Selasa (16/12/2025).
Ia menambahkan, jika kunjungan lapangan diatur terlalu formal, maka hasilnya tidak akan sesuai kondisi di lapangan. Karena itu, sidak diperlukan.
Rachmat juga menegaskan bahwa Mikson telah berdamai dengan para penambang.
“Pak Mikson sudah baik-baikan,” katanya.
Ia menjelaskan insiden yang terjadi belum masuk pada tingkat kriminal.
Rachmat menyebut tambang yang ada di Gorontalo harus dikelola dengan baik sehingga memberikan nilai tambah.
“Kalau ada masalah itu hal yang biasa, dan itu harus kita selesaikan,” pungkasnya.
Mikson Yapanto Cabut Laporan
Hari ini Mikson Yapanto menegaskan telah sepakat berdamai dengan para tersangka, Selasa (16/12/2025).
“Iya, sudah sepakat,” kata Mikson.
Perdamaian itu didasarkan pada pertemuan dengan istri-istri para tersangka yang menemuinya sekitar seminggu lalu di DPW Nasdem Gorontalo.
Ia menyebut mereka datang dengan membawa anak-anak.
Hal itu membuat Mikson luluh. Ia mengaku pernah mengalami musibah, sehingga baginya memaafkan adalah hal yang perlu dilakukan.
“Saya tahu perasaan mereka. Mungkin para tersangka di dalam cuek saja, tetapi keluarga mereka di luar yang harus kita pikirkan,” ujarnya.
Hal itulah yang menjadi dasar ia menarik laporan tersebut.
Mikson menegaskan bahwa apa yang ia lakukan sebelumnya adalah tugas negara.
“Tugas saya sebagai anggota DPRD itu mengawasi, melekat,” tegasnya.
Sementara itu, Kris Wartabone yang mewakili penambang juga menyampaikan terima kasih kepada Mikson.
Ia menyinggung peran besar para istri penambang yang berhasil membuat Mikson memilih berdamai dan menarik laporan.
“Mereka lah yang mendamaikan itu,” jelasnya.
Ia menyebut semua pihak kini merasa lega dan masalah dianggap selesai.
“Sudah tidak ada lagi dendam, sudah tidak ada lagi hal-hal yang barangkali tidak seharusnya terjadi,” pungkasnya.
Baca juga: Breaking News: Rachmat Gobel Datangi Polda Gorontalo Terkait Kasus Mikson Yapanto
Awal Mula Kasus
Sebelumnya diberitakan, Mikson Yapanto, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Nasdem, menjelaskan insiden yang dialaminya di Kantor DPD Nasdem Provinsi Gorontalo, Jumat (28/11/2025).
Ia mengaku mendapat perlakuan kekerasan dari sekelompok orang terkait masalah tambang di Kabupaten Bone Bolango.
Hal itu terjadi saat mereka datang meminta penjelasan terkait aktivitas sidak tambang.
Menurut Mikson, janjian melalui chat untuk bertemu berlangsung seperti biasa.
Kemudian, kata Mikson, pertemuan itu terjadi di Kantor DPD Nasdem Provinsi Gorontalo. Namun setelah bertemu, situasi berubah menegangkan.
Ia mengaku terkejut dengan perlakuan mereka.
“Saya kaget juga, sempat syok saya, kok jadi begini?” ungkapnya.
Mikson menyebut bahwa ada kontak fisik yang ia alami hingga mengenai bagian leher.
Namun, menurutnya, video yang beredar di publik tidak menunjukkan kejadian secara utuh.
Setelah ketegangan itu, kedua pihak sepakat masuk ke sebuah kafe untuk membahas persoalan secara baik-baik.
Di sana, Mikson menegaskan bahwa niatnya selama ini adalah murni menjalankan tugas dan amanah masyarakat.
“Cuma mungkin kalau merasa tersinggung ya, itu kan versi kalian, tapi versi lain belum tentu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa langkah yang ia ambil terkait aktivitas tambang di Bone Bolango merupakan bagian dari instruksi presiden mengenai penindakan tambang ilegal.
Menurutnya, dua bulan lalu warga, aktivis, dan LSM datang ke DPRD Provinsi Gorontalo dan mendesaknya melakukan sidak tambang di Bone Bolango.
Mereka mengeluhkan aktivitas tambang yang diduga menggunakan zat kimia berbahaya dan berlokasi dekat Sungai Bone.
Aktivitas tambang itu juga mengganggu masyarakat karena proses tromol yang terus berbunyi siang dan malam.
Sebagai anggota Pansus Pertambangan DPRD Provinsi Gorontalo, ia akhirnya turun langsung melakukan sidak tanpa pemberitahuan resmi agar data yang diperoleh benar-benar faktual.
“Kalau saya turun resmi mesti ada pemberitahuan, dan itu bukan sidak namanya,” tegasnya.
Lokasi sidak berada di Kecamatan Suwawa Timur dan Suwawa Tengah.
Di lapangan, ia mendapat data yang sesuai dengan keluhan warga.
Data itu nantinya akan menjadi bahan inventarisasi di Pansus Pertambangan.
Mikson kembali menegaskan, langkahnya sejalan dengan instruksi presiden mengenai penindakan tambang ilegal.
“Kan baru berapa hari presiden kumpul semua, meminta penindakan terhadap tambang ilegal yang membahayakan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa tidak semua penambang ilegal menjadi sorotan, tetapi hanya yang berdampak buruk dan membahayakan lingkungan serta masyarakat.
Usai insiden tersebut, Mikson melaporkan kasus ini ke Polda Gorontalo tadi malam.
Ia menyebut mendapat dukungan penuh dari Fraksi dan juga petinggi Partai Nasdem Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.