Banjir Sumatera
Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera
Sejumlah organisasi mahasiswa di Gorontalo kompak menggalang dana untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ormawa-galang-dana-untuk-korban-banjir-Sumatera.jpg)
Menurutnya, aksi ini menjadi kegiatan penggalangan dana pertama yang dilakukan organisasinya pada sore hari di simpang empat SMPN 6 Kota Gorontalo.
“Untuk sementara, penggalangan dana direncanakan mulai hari ini sampai Minggu, namun tidak menutup kemungkinan waktunya akan diperpanjang,” ujarnya.
Dikma menjelaskan, penggalangan dana dimulai sekitar pukul 14.30 Wita hingga selesai salat Isya, dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Titik penggalangan juga bersifat fleksibel sesuai situasi di lapangan.
Ia menyebut aksi tersebut dilakukan karena besarnya dampak bencana banjir di Sumatera yang menyebabkan banyak warga kehilangan harta benda.
“Kami berinisiatif setidaknya bisa meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” katanya.
Dikma berharap masyarakat Gorontalo dapat ikut berpartisipasi membantu korban bencana melalui donasi agar para korban bisa kembali tersenyum.
Aksi penggalangan dana ini dilakukan menyusul bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak akhir November 2025.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus memicu luapan sungai dan pergerakan tanah di beberapa daerah.
Wilayah terdampak meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir merendam permukiman warga, merusak fasilitas umum, serta memutus akses transportasi di sejumlah titik.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di daerah perbukitan dan menimbun rumah warga serta akses jalan.
Di Aceh, banjir terjadi di beberapa kabupaten dan kota setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang.
Air menggenangi rumah warga hingga ketinggian tertentu dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara. Luapan sungai dan longsor menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah dataran rendah dan kawasan perbukitan. Sejumlah warga dilaporkan harus meninggalkan rumah untuk menghindari risiko bencana lanjutan.
Sementara di Sumatera Barat, banjir bandang dan longsor berdampak cukup luas. Sejumlah daerah mengalami kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur.
Aktivitas ekonomi masyarakat terhenti akibat akses jalan yang terputus dan fasilitas publik yang terdampak.