PEMPROV GORONTALO
Pemprov Cetak 5 Ribu Ha Sawah Baru di Pohuwato, Luasnya Lebih dari Separuh Kota Gorontalo
Program pangan digulirkan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pemprov resmi memulai pembangunan kawasan sawah baru di Kabupaten Pohuwato
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-petani-di-Bone-Bolango-saat-menggarap-sawah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Program pangan berskala besar mulai digulirkan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Pemprov resmi memulai pembangunan kawasan sawah baru di Kabupaten Pohuwato dengan total rencana mencapai 5.642 hektare.
Angka ini bahkan lebih dari separuh luas wilayah Kota Gorontalo yang hanya sekitar 7.000-an hektare.
Ground breaking dipusatkan di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Senin (8/12/2025), dan dipimpin langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Sejumlah pihak turut mendampingi, di antaranya Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga serta Danrem 133 Brigjen TNI Hardo Sihotang.
Baca juga: Dosen UNG Gorontalo Haris Danial Raih Terbaik III Pendamping Abdidaya Ormawa 2025
Puluhan warga ikut menyaksikan kegiatan tersebut.
Tahap Awal 1.000 Hektare Dikebut 33 Hari
Dari total 5.642 hektare, 1.000 hektare telah siap dikerjakan sebagai tahap awal karena seluruh dokumen teknis mulai dari SID hingga desain sudah lengkap.
Pengerjaan dikejar hanya 33 hari, mulai 28 November sampai 30 Desember 2025.
Dana pembangunan tahap awal berasal dari APBN sebesar Rp28,324 miliar, dan dikawal TNI agar pengerjaan di lapangan berlangsung aman dan disiplin waktu.
Lonjakan Areal Tanam, Targetkan Produksi Padi Naik Tajam
Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa perluasan sawah ini akan berdampak langsung pada lonjakan areal tanam padi irigasi di Gorontalo.
Saat ini luas areal tanam irigasi hanya sekitar 25.000 hektare.
Jika 5.642 hektare sawah baru tuntas, maka total luas tanam bisa mendekati 30.000 hektare atau naik hampir 20 persen.
“Yang pertama akan dirasakan masyarakat adalah bertambahnya areal tanam. Ini sangat signifikan bagi produksi padi kita,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Bone Bolango Ismet Mile Buka Sosialisasi Anti Korupsi, Tegaskan Disiplin dan Integritas ASN
Dengan pasokan air memadai, pemerintah optimistis petani bisa meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali setahun.
Kenapa Pohuwato? Bendungan Randangan Jadi Kunci
Gusnar menyebut Pohuwato dipilih karena sudah memiliki infrastruktur pengairan yang memadai, terutama Bendungan Randangan yang rampung 4–5 tahun lalu dan kini mampu menyalurkan air secara stabil.