PEMPROV GORONTALO
Gubernur Gusnar Cetak Sawah di Pohuwato, Luasnya Separuh Kota Gorontalo
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memulai pencetakan sekitar 5.000 hektare sawah baru di Kabupaten Pohuwato.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CETAK-SAWAH-Alat-berat-yang-bakal-mengerjakan-5-ribu-sawah-di-Pohuwato-Gorontalo.jpg)
Tak lama setelah tiba di lokasi, Gubernur juga menerima laporan terbaru bahwa sekitar 1.000 hektare tambahan sedang disiapkan untuk tahapan berikutnya.
“Artinya, program ini tidak berhenti di angka awal,” kata Gusnar.
Keputusan pusat tersebut juga mempertimbangkan kesiapan daerah, termasuk keberadaan Bendungan Randangan yang memungkinkan perluasan areal sawah.
Benih Jagung untuk 33 Ribu Hektare Mulai Masuk
Selain cetak sawah, pemerintah pusat juga mengirimkan benih jagung untuk 33.000 hektare lahan. Kiriman mulai masuk melalui Pelabuhan Anggrek dan sebagian sudah berada di gudang penyimpanan.
“Kami tidak ingin menumpuk terlalu lama. Benih harus segera diarahkan ke kelompok tani,” ujar Gusnar. Ia menggambarkan skala itu setara 35 kali luas Kota Gorontalo, sehingga distribusinya harus cepat dan terencana.
Ajak Semua Pihak Bergerak Cepat
Gusnar meminta seluruh pihak di Pohuwato, pemerintah daerah, kelompok tani, hingga unsur pendukung di lapangan, untuk bergerak mengikuti kecepatan program pusat.
“Kalau ada hal yang perlu dipercepat, segera dipercepat. Pemerintah pusat sudah memberikan fasilitas, tugas kita adalah memastikan seluruh prosesnya berjalan sampai tuntas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pertemuan sebelumnya dengan Danrem 133 di Lemhannas, yang awalnya membahas isu-isu global, namun kini berujung pada kolaborasi langsung di lapangan.
Proyek cetak sawah ini akan berjalan bertahap sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan alat berat. Pemerintah menargetkan lahan baru tersebut dapat meningkatkan produksi beras Gorontalo, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan wilayah. (*)