Gorontalo Half Marathon
20 UMKM Ramaikan Gorontalo Half Marathon 2025, Pemprov Dorong Pelaku Usaha 'Naik Kelas'
Pagelaran Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum bagi pelaku UMKM
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Stand-UMKM-di-kawasan-lapangan-Taruna-Remaja-Kota-Gorontalo-Kamis4122025.jpg)
Mereka adalah Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Panitia GHM 2025 juga mengundang Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta sejumlah anggota legislatif pusat.
Ketua Panitia GHM, Danial Ibrahim, menyebut undangan resmi telah dikirim oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Pemprov telah mengundang Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono,” ungkap Danial.
GHM 2025 mencatat sejarah baru dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 5.000 orang.
Kuota ditutup sejak jauh hari karena tingginya antusiasme pelari dari berbagai provinsi. Sebaran peserta menunjukkan minat besar dari luar Gorontalo, termasuk Sulut (416 orang), Sulteng (166), Sulsel (124), serta Jawa Barat, Jateng, Jatim, dan daerah lainnya.
Danial menegaskan kapasitas Lapangan Taruna sebagai lokasi kegiatan menjadi pertimbangan utama. “Kami tidak berani menambah kuota karena khawatir kapasitas tidak mampu menampung,” jelasnya.
Selain sebagai kompetisi olahraga, GHM diyakini memberi dampak besar terhadap sektor pariwisata atau sport tourism di Gorontalo. Dari total peserta, 2.000 di antaranya berasal dari luar daerah.
Panitia memperkirakan mereka tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga akan berwisata lebih lama di Gorontalo.
“Kami upayakan mereka tinggal lebih lama sehingga uang mereka dibelanjakan di sini, baik di tempat wisata, kuliner, maupun UMKM,” kata Danial.
Untuk mendukung hal tersebut, panitia telah bekerja sama dengan pihak hotel dan PHRI terkait rekomendasi destinasi wisata. Hal ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo di sektor pariwisata.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)