Gorontalo Half Marathon
20 UMKM Ramaikan Gorontalo Half Marathon 2025, Pemprov Dorong Pelaku Usaha 'Naik Kelas'
Pagelaran Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum bagi pelaku UMKM
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Stand-UMKM-di-kawasan-lapangan-Taruna-Remaja-Kota-Gorontalo-Kamis4122025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 20 UMKM yang menyediakan makanan dan minuman dilibatkan resmi dalam GHM 2025
- GHM 2025 diikuti oleh 5.000 peserta, yang merupakan jumlah terbanyak, dengan 2.000 peserta di antaranya berasal dari luar daerah
- Dalam acara pembukaan GHM pada 7 Desember mendatang, panitia telah mengundang Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pagelaran Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tampil dan berkembang.
Tahun ini, sebanyak 20 UMKM resmi dilibatkan dalam rangkaian kegiatan GHM.
Ketua Panitia GHM 2025, Danial Ibrahim, mengungkapkan bahwa pelibatan UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong sektor ekonomi rakyat agar semakin maju dan berdaya saing.
“UMKM yang dipilih adalah mereka yang menyediakan makanan dan minuman, sehingga dapat melayani kebutuhan peserta selama pelaksanaan GHM,” jelas Danial saat berbincang dalam Tribun Podcast di Studio TribunGorontalo.com, Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan, pelibatan ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Gorontalo yang tengah mendorong UMKM menuju level lebih tinggi.
“UMKM kita harus high level. Ini juga merupakan program unggulan bapak gubernur dan ibu wakil gubernur,” tegasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Kamis (4/12/2025), saat pembagian race pack, sebanyak 20 booth UMKM telah berjejer rapi di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sepuluh booth berada di sisi kiri dan sepuluh lainnya di sisi kanan panggung utama.
Masing-masing booth menampilkan nama produk dan identitas UMKM, mulai dari jajanan lokal, minuman segar, hingga makanan siap saji.
Meski pembeli belum ramai karena peserta race pack belum membludak, aktivitas UMKM tetap berjalan sambil menunggu puncak keramaian menjelang hari pelaksanaan GHM.
Para peserta nantinya dapat langsung mengunjungi booth tersebut jika membutuhkan makanan atau minuman sebelum maupun sesudah mengambil perlengkapan lari. Sajian yang ditawarkan pun variatif, mulai dari makanan kekinian hingga makanan tradisional.
Keberadaan UMKM ini diharapkan menambah kenyamanan peserta sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha.
Sebelumnya, suasana pembagian race pack GHM 2025 berlangsung tertib dan meriah. Antrean peserta sudah terlihat sejak pagi, meski cuaca cukup panas.
Para peserta memanfaatkan stan BIB check untuk mengabadikan nomor urut mereka melalui layar LED berukuran 1x1 meter serta berfoto di area foto maps.
Baca juga: Gorontalo Half Marathon 2025 Dongkrak Sport Tourism, 2.000 Peserta Datang dari Luar Daerah
3 Gubernur Diundang di Pembukaan GHM 2025
Tiga gubernur dari kawasan timur Indonesia diundang untuk hadir dalam acara pembukaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 pada 7 Desember mendatang.
Mereka adalah Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Panitia GHM 2025 juga mengundang Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta sejumlah anggota legislatif pusat.
Ketua Panitia GHM, Danial Ibrahim, menyebut undangan resmi telah dikirim oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Pemprov telah mengundang Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono,” ungkap Danial.
GHM 2025 mencatat sejarah baru dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 5.000 orang.
Kuota ditutup sejak jauh hari karena tingginya antusiasme pelari dari berbagai provinsi. Sebaran peserta menunjukkan minat besar dari luar Gorontalo, termasuk Sulut (416 orang), Sulteng (166), Sulsel (124), serta Jawa Barat, Jateng, Jatim, dan daerah lainnya.
Danial menegaskan kapasitas Lapangan Taruna sebagai lokasi kegiatan menjadi pertimbangan utama. “Kami tidak berani menambah kuota karena khawatir kapasitas tidak mampu menampung,” jelasnya.
Selain sebagai kompetisi olahraga, GHM diyakini memberi dampak besar terhadap sektor pariwisata atau sport tourism di Gorontalo. Dari total peserta, 2.000 di antaranya berasal dari luar daerah.
Panitia memperkirakan mereka tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga akan berwisata lebih lama di Gorontalo.
“Kami upayakan mereka tinggal lebih lama sehingga uang mereka dibelanjakan di sini, baik di tempat wisata, kuliner, maupun UMKM,” kata Danial.
Untuk mendukung hal tersebut, panitia telah bekerja sama dengan pihak hotel dan PHRI terkait rekomendasi destinasi wisata. Hal ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo di sektor pariwisata.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.