PEMPROV GORONTALO
Dinas PPPA Gorontalo Fokus Perkuat Upaya Preventif Kekerasan Perempuan dan Anak Mulai 2026
Dinas PPPA Provinsi Gorontalo menetapkan tahun 2026 sebagai fase penguatan upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kadis-PPPA-Gorontalo-Yana-Yanti-Suleman-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dinas PPPA Provinsi Gorontalo menetapkan tahun 2026 sebagai fase penguatan upaya preventif
- Kepala Dinas PPA menekankan bahwa perubahan cara pandang masyarakat
- Dinas PPA terus memperkuat hubungan kerja (sinergi) dengan aparat penegak hukum
TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo menetapkan tahun 2026 sebagai fase penguatan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa kasus kekerasan masih terus terjadi dan membutuhkan pendekatan yang lebih menyentuh akar persoalan.
Kepala Dinas PPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, mengatakan pola penanganan yang dilakukan selama ini memang memberi hasil, namun tindak pencegahan harus semakin dimajukan.
Menurutnya, perubahan cara pandang masyarakat menjadi kunci agar kekerasan tidak lagi berulang dari tahun ke tahun.
“Kami lebih mengutamakan upaya preventif di tahun 2026,” ujar Yana kepada TribunGorontalo.com, pada Rabu (3/12/2025).
Momentum Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dimanfaatkan menjadi ruang refleksi bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius.
“Ini bukan hanya seremonial. Ini pengingat bahwa persoalan perempuan di Gorontalo masih ada,” kata Yana.
Ia menyebut data kekerasan menunjukkan korban masih didominasi perempuan.
Hal ini membuat Dinas PPA terus memperkuat hubungan kerja dengan aparat penegak hukum agar penanganan setiap kasus berjalan efektif dan berpihak pada korban.
“Korbannya kebanyakan perempuan. Maka perhatian tidak boleh kendor,” tegasnya.
Baca juga: Dinas PPPA Gorontalo Jadikan Pemenuhan Hak Anak Kunci Percepatan Penurunan Stunting
Dalam sebuah kegiatan yang digelar Polda Gorontalo, Yana turut memaparkan data kekerasan dan menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas PPA dan APH dalam memastikan perlindungan perempuan dan anak berjalan objektif dan terukur.
“Saya menegaskan kembali hubungan kerja kami dengan APH. Sinergi itu penting agar perempuan dan anak terlindungi,” ucapnya.
Dengan padatnya agenda sepanjang Desember, Dinas PPA berharap rangkaian kegiatan ini mampu memperkuat layanan dan menekan angka kekerasan di Provinsi Gorontalo.
Tahun ini ditutup dengan perhatian besar terhadap layanan psikologi, dan diharapkan menjadi fondasi untuk penguatan program pada tahun berikutnya.(*)