Operasi Zebra Gorontalo
Warga Gorontalo Kini Lebih Tertib, Operasi Zebra 2025 Catat Tren Baru
Selama 14 hari pelaksanaan, evaluasi menunjukkan tren positif, utamanya pada aspek kesadaran masyarakat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/OPERASI-ZEBRA-Direktur-Lalu-Lintas-Polda-Gorontalo-Kombes-Pol.jpg)
Jenis pelanggaran terbanyak selama operasi masih didominasi oleh kasus tidak menggunakan helm, disusul knalpot brong, penggunaan handphone saat berkendara, serta pengemudi di bawah umur.
Selain tilang manual, penindakan melalui ETLE statis justru meningkat tajam.
"Selama operasi tilang menggunakan ETLE statis meningkat cukup banyak sebanyak 470 persen," ungkap Lukman, menyebut peningkatan ini linear dengan keaktifan personel.
Menurutnya, bukan tingginya angka penindakan yang menjadi tujuan utama, melainkan keseimbangan antara edukasi dan penegakan hukum.
"Penegakan hukum di tahun 2024 memang cukup tinggi, sementara di tahun 2025 penindakan hukum dan edukasi seimbang," jelasnya.
Ia pun memastikan bahwa pelaksanaan operasi berlangsung kondusif dan tak menimbulkan keluhan masyarakat.
"Namun secara umum pelaksanaan operasi zebra ini berjalan baik, tidak ada kecelakaan menonjol ataupun hal-hal yang viral yang menjadi komplen masyarakat," ujarnya.
Hasil evaluasi Operasi Zebra Otanaha 2025 kemudian akan dijadikan bahan perumusan strategi cipta kondisi jelang pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). (*)