Operasi Zebra Gorontalo
Warga Gorontalo Kini Lebih Tertib, Operasi Zebra 2025 Catat Tren Baru
Selama 14 hari pelaksanaan, evaluasi menunjukkan tren positif, utamanya pada aspek kesadaran masyarakat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/OPERASI-ZEBRA-Direktur-Lalu-Lintas-Polda-Gorontalo-Kombes-Pol.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Operasi Zebra Otanaha 2025 resmi ditutup.
Selama 14 hari pelaksanaan, evaluasi menunjukkan tren positif, utamanya pada aspek kesadaran masyarakat.
Salah satu indikator adalah penurunan signifikan pada jumlah pelanggaran yang ditindak dengan tilang manual oleh Polda dan Polres jajaran.
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengungkapkan bahwa mekanisme penegakan hukum tahun ini lebih mengedepankan edukasi dan pendekatan simpatik.
Baca juga: Sopir Angkot Manado Curhat Pendapatan Anjlok, Ada yang Tidur di Mobil Usai Diusir Istri
Pihaknya tidak menerapkan tilang terhadap seluruh pelanggaran, tetapi lebih menitikberatkan pada pembinaan.
Sebelum memaparkan data penindakan, Lukman menegaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini berjalan aman dan lancar.
"Alhamdulillah kegiatan preemtif dan preventif meningkat dibandingkan tahun 2024," ujar Lukman kepada TribunGorontalo.com, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, pendekatan yang mengutamakan edukasi dan teguran simpatik berdampak positif pada menurunnya jumlah tilang manual.
"Tidak semuanya kami laksanakan penindakan dengan tilang, karena kami lebih mengedepankan kegiatan-kegiatan yang bersifat umum edukasi dan mengajak masyarakat, memberikan teguran secara simpatik," jelasnya.
Berdasarkan evaluasi, tilang manual tahun ini turun cukup drastis dibanding tahun 2024.
"Penindakan pelanggaran dengan tilang (manual), tahun ini sebanyak 436 sedangkan tahun 2024 726," ungkap Lukman.
Penurunan tersebut ia nilai berkaitan langsung dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
"Tilang manual mengalami sedikit penurunan. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesadaran masyarakat makin tinggi," imbuhnya.
Meski demikian, penegakan hukum tetap dijalankan secara selektif dan proporsional.
Pihaknya hanya melakukan tilang manual terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Jenis pelanggaran terbanyak selama operasi masih didominasi oleh kasus tidak menggunakan helm, disusul knalpot brong, penggunaan handphone saat berkendara, serta pengemudi di bawah umur.
Selain tilang manual, penindakan melalui ETLE statis justru meningkat tajam.
"Selama operasi tilang menggunakan ETLE statis meningkat cukup banyak sebanyak 470 persen," ungkap Lukman, menyebut peningkatan ini linear dengan keaktifan personel.
Menurutnya, bukan tingginya angka penindakan yang menjadi tujuan utama, melainkan keseimbangan antara edukasi dan penegakan hukum.
"Penegakan hukum di tahun 2024 memang cukup tinggi, sementara di tahun 2025 penindakan hukum dan edukasi seimbang," jelasnya.
Ia pun memastikan bahwa pelaksanaan operasi berlangsung kondusif dan tak menimbulkan keluhan masyarakat.
"Namun secara umum pelaksanaan operasi zebra ini berjalan baik, tidak ada kecelakaan menonjol ataupun hal-hal yang viral yang menjadi komplen masyarakat," ujarnya.
Hasil evaluasi Operasi Zebra Otanaha 2025 kemudian akan dijadikan bahan perumusan strategi cipta kondisi jelang pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.