Operasi Zebra Gorontalo
Ratusan Pengendara Kena Tilang saat Operasi Zebra Gorontalo, Mayoritas Tidak Pakai Helm
Pelaksanaan Operasi Zebra di wilayah hukum Polda Gorontalo kini memasuki pekan kedua.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-Operasi-Zebra-Otanaha-di-Jalan-Jendral-Sudirman-Kota-Gorontalo.jpg)
Pada pelaksanaan operasi pekan kedua, Satlantas juga menggelar sidang di tempat bagi pelanggar.
Sidang ditempatkan ini dilakukan oleh Satlantas Polresta Gorontalo Kota dan Polda Gorontalo gabungan dengan PM dan pihak terkait.
"Tujuannya memberi edukasi bahwa proses hukum itu cepat dan transparan. Jadi masyarakat tidak perlu melalui calo atau takut datang ke pengadilan," kata Lukman.
Baca juga: Akibat Panik, Pengendara Tabrak Polisi saat Operasi Zebra Gorontalo
Dari 25 pelanggar yang terjaring operasi hari ini, delapan orang langsung mengikuti sidang di lokasi.
Selain itu, petugas juga menyiapkan mobil Samsat keliling bagi pengendara yang terlambat membayar pajak kendaraan.
Meski jumlah pelanggaran masih tercatat, Lukman mengatakan tingkat kesadaran masyarakat tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
"Secara umum makin hari makin membaik. Tapi kami tetap ingatkan terus," ucapnya.
Operasi Zebra tahun ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi pengamanan Natal dan Tahun Baru.
"Harapannya saat masuk masa libur, masyarakat sudah lebih tertib," tutup Lukman.
Kemudian pantauan awak TribunGorontalo.com di lapangan Operasi Zebra Otanaha dan sidang di tempat tersebut dilakukan di Jalan Jendral Sudirman Kota Gorontalo.
Kegiatan itu dimulai sekitar pukul 08.30 Wita, dimana dihadiri oleh Satlantas Polresta Gorontalo Kota, Polda Gorontalo, Jaksa dari Pengadilan Negeri Gorontalo, Dishub Kota Gorontalo dan pihak Samsat Gorontalo.
Terdapat papan informasi operasi diletakkan di bagian timur Kantor Perkim Kota Gorontalo kemudian di sisi barat di depan karaoke Inul Vizzta.
Sedang proses sidang dilakukan di halaman Samsat Gorontalo.
Terlihat salah satu pengemudi becak motor (bentor) kaget dengan adanya razia itu. Dia saat itu hanya memiliki SIM sedangkan surat-surat lain tidak ada.
Ia kemudian berteriak ke temannya sebelum akhirnya mengikuti sidang.
(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)