Operasi Zebra Gorontalo
Ratusan Pengendara Kena Tilang saat Operasi Zebra Gorontalo, Mayoritas Tidak Pakai Helm
Pelaksanaan Operasi Zebra di wilayah hukum Polda Gorontalo kini memasuki pekan kedua.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-Operasi-Zebra-Otanaha-di-Jalan-Jendral-Sudirman-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pelaksanaan Operasi Zebra di wilayah hukum Polda Gorontalo kini memasuki pekan kedua.
Pada tahap ini, pendekatan operasi mulai bergeser dari dominan sosialisasi menjadi kombinasi edukasi dan penegakan hukum.
Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Selasa (25/11/2025).
Menurut keterangan Lukman, dua minggu pelaksanaan operasi dibuat dengan porsi yang berbeda.
Operasi Zebra Otanaha ini diketahui dilaksanakan mulai dari tanggal 17 hingga dengan 30 November 2025.
"Pada minggu pertama, kegiatan preemtif dan preventif lebih besar porsinya," kata dia.
Ia menuturkan memasuki pekan kedua, komposisi kegiatan berubah.
"Antara sosialisasi dan penegakan hukum sekarang seimbang. Keduanya tetap kami lakukan," ujarnya.
Berdasarkan data sementara Polda Gorontalo, pelanggaran lalu lintas masih didominasi pengendara sepeda motor.
Namun penilangan roda empat juga telah dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Yang paling banyak itu tidak memakai helm, melawan arus, dan berboncengan lebih dari satu orang," jelas Lukman.
Selama pekan pertama Operasi Zebra, tercatat sekitar 100 pelanggar ditilang dari enam kabupaten/kota.
Sementara sekitar 800 pengendara hanya diberikan teguran simpatik.
"Kami masih mengedepankan edukasi. Harapannya masyarakat tertib bukan karena takut polisi, tapi sadar aturan," terangnya.
Dengan data ini dilihat Lebih banyak porsi teguran ketimbang penagakan hukum hal itu dilakukan karena operasi lebih mengedrpan humanis.