Info Cuaca Gorontalo
La Nina dan Siklon Tropis Kalmaegi Pengaruhi Cuaca Gorontalo, BMKG Ingatkan Waspada Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo mengungkap, kondisi itu bukan kebetulan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CUACA-Dimas-Yudistira-Forecaster-BMKG-Gorontalo.jpg)
Selain dua fenomena tersebut, BMKG juga mendeteksi adanya Gelombang Ekuatorial Rossby yang melintas di perairan utara Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Fenomena ini menjadi salah satu pemicu utama hujan lebat pada 4–7 November 2025.
“Perlu waspada karena tanggal 4–7 diprediksi Gorontalo akan diguyur hujan. Gelombang Rossby ini memicu pembentukan awan konvektif dan meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat,” jelas Dimas.
BMKG bahkan telah mengeluarkan imbauan sejak 3 November, agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Gelombang Rossby, lanjutnya, merupakan gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk karena rotasi bumi dan gaya Coriolis di sekitar ekuator.
Gerakannya ke arah barat menyerupai “ombak besar di langit”, yang membawa udara lembap dan memicu pembentukan awan konvektif, awan tebal penyebab hujan deras.
“Di Indonesia, fenomena Rossby sering muncul bersamaan dengan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau Gelombang Kelvin. Ketiganya bisa berinteraksi dan memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah tengah dan timur Indonesia,” tambah Dimas.
BMKG: Tetap Tenang, Tapi Jangan Abaikan Peringatan Cuaca
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Hujan lebat disertai angin kencang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor.
“Fenomena ini bisa menyebabkan hujan deras dalam waktu singkat. Kami harap masyarakat tetap tenang, tapi tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat sungai dan daerah perbukitan,” kata Dimas.
BMKG juga mengimbau nelayan agar memperhatikan kondisi laut sebelum melaut, karena gelombang laut berpotensi meningkat akibat pengaruh angin dari Kalmaegi.
Masyarakat diminta memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi Info BMKG dan akun media sosial resminya.
“Kami terus memperbarui peringatan dini setiap hari,” ujar Dimas.
Dengan kondisi atmosfer yang dinamis di awal November ini, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dari seluruh pihak.
Waspada boleh, panik tidak perlu, yang penting, antisipasi sejak dini agar risiko bencana akibat cuaca ekstrem bisa diminimalkan.
(*)